Sukses

Polri: 87.636 Kendaraan Diminta Putar Balik, 698 Travel Gelap Diamankan

Liputan6.com, Jakarta - Polri meminta pengemudi 87.636 kendaraan putar balik selama Operasi Ketupat Jaya 2020 karena diduga akan mudik di tengah pandemi Corona. Operasi Ketupat Jaya 2020 dimulai sejak 24 April 2020 lalu.

"Sebanyak 87.636 kendaraan telah diputarbalikkan oleh petugas saat melakukan penyekatan di berbagai pos Operasi Ketupat," ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, Jakarta, Rabu (27/5/2020). 

Tak hanya itu, Polri mengamankan ratusan kendaraan yang nekat menerobos pos penjagaan untuk mudik di masa pandemi virus corona Covid-19.

"Petugas juga telah melakukan penindakan dengan mengamankan 710 kendaraan yang melanggar larangan mudik, berupa 698 travel gelap, 8 angkutan barang dan 4 bus," kata Ramadhan.

Dia menyebut, untuk penindakan pelanggaran selama Operasi Ketupat Jaya 2020, jajaran Polri telah menindak 9.541 kasus. Menurutnya, jumlah ini turun 7 persen dibanding masa Operasi Ketupat Jaya 2019.

"Jumlah penindakan pelanggaran sebanyak 9.541 kasus atau turun 7 persen bila dibandingkan dengan penindakan pada periode yang sama tahun 2019. Jumlah laka lantas sebanyak 52 kasus atau naik 100 persen dari periode yang sama tahun 2019," ujar Ramadhan.

 

2 dari 3 halaman

Perpanjang Operasi Ketupat 2020

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis memerintahkan untuk memperpanjang masa pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2020 hingga 7 Juni. Hal itu dengan melihat pertimbangan upaya percepatan penanganan penyebaran virus Corona atau Covid-19.

"Operasi Ketupat ini akan berakhir sampai 30 Mei, tapi saya sudah memerintahkan kepada AS Ops Kapolri dan Pak Kakorlantas untuk melanjutkan selama 7 hari, sampai  7 Juni dengan operasi rutin yang ditingkatkan, sehingga kita yakin dengan jelas setelah tanggal 7 itu semua situasi sudah kembali normal," kata Idham saat telekonference, Selasa (26/5/2020).

Menurut Idham, perpanjangan masa Operasi Ketupat 2020 merupakan hasil koordinasi rapat dengan Tim Gugus Tugas Covid-19. Termasuk melihat kondisi arus balik masuk ke Jakarta yang merupakan zona merah Corona.

"Saya berpikir kalau memang kondisi-kondisi di lapangan masih terjadi penumpukan, ada arus balik yang kelihatannya besar, ya enggak apa-apa operasi ini kita lanjutkan, kita tingkatkan," kata dia.

Meski begitu, Idham berdoa dan berharap situasi di masyarakat sudah kembali normal pada 30 Mei nanti. Dia meminta kepada seluruh petugas untuk ikut disiplin bersama masyarakat dalam melawan penyebaran virus corona. Seperti memakai masker, physical distancing, rajin cuci tangan, dan menerapkan pola hidup sehat.

"Hasil evaluasi Operasi Ketupat 2020 dibanding tahun lalu sama sekarang jauh sekali berbeda. Datanya ada di Korlantas. Bahkan di Tol Cipali itu sampai 83 persen turun arus lalu lintasnya," Idham menandaskan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: