Sukses

Glenn Fredly, Jokowi dan Usul tentang Kasus Pelanggaran HAM

Liputan6.com, Jakarta Salah satu penyanyi kebanggaan Indonesia, Glenn Fredly meninggal dunia. Kabar kepergiannya diterima Liputan6.com dari sahabat Glenn, Tompi melalui pesan WhatsApp.

"Telah berpulang saudara kami, Glenn Fredly, malam ini. Mohon dimaafkan semua salahnya. Dia yang selalu hadir menggerakkan kita semua," tulis Tompi.

Glenn mengembuskan nafas terakhirnya di RS Setia Mitra pada pukul 18.00 WIB, Jumat (8/4/2020).

Menilik sedikit ke belakang, tepatnya pada 11 April 2015, bertempat di Kantor Kontras, Jakarta, Glenn pernah menyarankan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi agar memanfaatkan momen dikenangnya pejuang HAM Munir Said Thalib untuk menguak kasus pelanggaran HAM di Tanah Air.

Saat itu, pemerintah Belanda, nama Munir dijadikan sebuah jalan khusus sepeda di Den Haag yang diresmikan pada 14 April 2015 oleh wali kota setempat. 

"‎Saya sebagai musisi, merasa bahwa ini momen penting buat kita semua dan kita bicara penegakan HAM di Indonesia. Munir yang diberikan kehormatan luar biasa, diabadikan sebagai nama jalan di Den Haag, saya sepakat kalau dunia sedang melihat kita," ungkap Glenn Fredly, pada 11 April 2015. 

Pelantun lagu Akhir Cerita Cinta ini mengungkapkan, masih percaya Presiden Jokowi akan merealisasikan janji kampanyenya. Glenn bahkan mengingatkan kembali, Jokowi dipilih jadi presiden karena ada kepercayaan masyarakat.

"Saya masih percaya yang disampaikan Jokowi saat kampanye‎ yang berpihak pada HAM. Semoga kita bisa lihat bukti nyata, karena Jokowi dipilih atas kepercayaan masyarakat termasuk saya. Munir ini salah satu pijakan penting untuk kemajuan HAM Indonesia. Maka dari itu saya di sini sebagai bentuk support," tegas dia.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Kasus Pelanggaran HAM

‎Anggota Kontras Yati Andriani menambahkan, Jalan Munir di Den Haag, Belanda, akan menjadi hantu bagi pemerintahan Jokowi-JK saat ini. Jalan itu akan terus mengingatkan pemerintah ada kasus pelanggaran HAM yang belum terungkap.

"Nama jalan Munir ini akan jadi hantu. Saya akan terus-menerus menyebut Pak Jokowi, karena beliau yang memimpin dan berjanji saat kampanye lalu. Kenapa sampai sekarang pemerintah tidak berani mengumumkan hasil tim pencari ‎fakta untuk membuka penyelesaian kasus Munir," ujar Yati.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: