Sukses

Langkah Bersih-Bersih di Tubuh Garuda Menyusul Terbongkarnya Penyelundupan Harley

Liputan6.com, Jakarta - Langkah bersih-bersih di tubuh Garuda Indonesia berlanjut menyusul terbongkarnya upaya penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton memanfaatkan pengiriman armada baru Garuda Airbus A330-900 Neo, 17 November lalu.

Menggandeng Komite Audit Garuda, dewan Komisaris turun tangan dan keputusannya dibawa dalam rapat bersama Menteri BUMN Erick Thohir, Sabtu, 7 Desember kemarin.

Rapat tersebut menetapkan memberhentikan sementara semua pihak yang terindikasi terlibat kasus penyelundupan tersebut.

"Memberhentikan sementara waktu semua anggota direksi yang terindikasi yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kasus dugaan penyelundupan Harley Davidson dan sepeda Brompton," kata Komisaris Utama PT Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol, Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Minggu (8/12/2019). 

Perkara ini juga menjadi perhatian Kementerian Perhubungan. Akan tetapi kewenangan Kementerian Perhubungan sebatas pada penjatuhan sanksi atas pelanggaran ketentuan flight approval.

"Kalau di Kemenhub, salahnya mereka itu, karena barang-barangnya tidak berlaku dalam flight approval, itu ada ketentuannya dan kita melakukan denda terhadap mereka," ucap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Sementara investigasi berlangsung, Dewan Komisaris Garuda telah menetapkan Fuad Rizal sebagai pelaksana tugas direktur utama Garuda Indonesia sekaligus merangkap sebagai direktur keuangan dan manajemen resiko.