Sukses

Mendagri Minta Pemda Anggarkan Dana untuk Pencegahan Karhutla

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menghadiri rapat koordinasi gabungan tingkat Kementerian/Lembaga tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), di Auditorium Dr. Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Dalam pertemuan ini, Tito menegaskan pentingnya pencegahan karhutla.

"Strategi penangannya saya kira yang paling utama adalah mencegahnya jangan sampai terbakar, jadi kita tahu ada tiga tahap (yaitu) pencegahan, kemudian pemandaman, terakhir pemulihan. Nah, di sini kunci utamanya adalah strateginya pencegahan," kata Tito, Jumat (6/12/2019).

Menurutnya, pencegahan dapat dilakukan dengan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Misalnya, kata dia, dengan cara meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan tanah adat.

"Nah, ini mungkin perlu kita untuk ditinjau kembali, tapi juga harus dibantu masyarakatnya untuk bisa membuka lahan tanpa membakar. Ini memerlukan aspek perubahan regulasi dan perlu ada bantuan dari pemerintah agar mereka bisa membuka lahan tanpa cara membakar, nah ini memerlukan (kerjasama) dari pemda dan pusat," ujarnya.

Oleh karenanya, mantan Kapolri ini menilai pemda perlu menganggarkan aspek pencegahan karhutla dalam APBD yang dibuat melalui pos khusus maupun dalam pos anggaran yang tak spesifik, seperti pencegahan bencana.

Selama ini, kata Tito ada pemerintah daerah yang penduli soal kebakaran hutan dengan menganggarkan dana khusus. Namun, ada pula pemerintah daerah yang tidak peduli sehingga tak memberi anggaran khusus.

"Apalagi ada aturan yang mengatakan bahwa bisa mengeluarkan uang kaitan dengan kebakaran hanya dalam keadaan darurat ketika terjadi sudah terjadi kebakaran. Nah itu membuat ruang gerak dari Pemda menjadi lebih sempit," kata dia.

2 dari 3 halaman

Minta Pemda Alokasikan Anggaran

Sebenarnya, kata Tito, pemda bisa memberi anggaran khusus untuk kebakaran hutan dengan nomenklatur dana pencegahan bencana. Mumpung saat ini pemda dan DPRD tengah membahas APBD Tito meminta agar pemda menganggarkan dana untuk pencegahan kebakaran. Terutama di daerah yang rawan karhutla.

"Dengan tujuan salah satunya di adalah untuk membantu masyarakat membuka lahan tanpa membakar," sambungnya.

Selain itu, guna menghindari kejadian ini Tito meminta perlu adanya sistem deteksi dini yang cepat di tingkat pemda agar cepat diatasi dengan cepat dan tak meluas. Sistem deteksi dini ini dinilainya perlu ada anggaran di tingkat pemda, tak hanya di tingkat polda saja.

"Tadi yang disampaikan oleh Pak Gubernur di Polda Riau ada, di Polda Kalbar ada, untuk mendeteksi di titik-titik api, begitu ada cepat bergerak, nah ini memang harus diefektifkan betul. Cuma yang saya lihat 'kok sayangnya ada di Polda? harusnya ada di Pemda, dianggarkan untuk membuat dan memperkuat sistem itu, nanti kita akan membuat edaran juga untuk itu, untuk teman-teman Provinsi, Kabupaten/Kota, ini akan penting," pungkasnya.

Reporter: Ronald

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Kemendagri Proaktif Serahkan DP4 ke KPU, Jumlahnya 105 Juta Pemilih
Artikel Selanjutnya
Kemendagri Serahkan DP4 ke KPU untuk Pilkada 2020 di 270 Daerah Pemilihan