Sukses

Moeldoko Tolak Usulan BNN Dibubarkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengaku, tak setuju dengan usulan Komisi III DPR agar Badan Narkotika Nasional (BNN) dibubarkan. Moeldoko justru ingin agar BNN semakin diperkuat.

"Menurut saya jangan (dibubarkan). Saran saya bukan dibubarkan, tapi justru kita optimalisasi peran-peran BNN itu. Kalau memang ada yang kurang di mana kurangnya," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Mantan Panglima TNI itu mengatakan bahwa narkoba adalah ancaman nyata bagi masyatakat dan harus segera diberantas. Apabila BNN dibubarkan, dia khawatir ancaman narkoba di Indonesia akan semakin mengerikan.

"Saya pikir ancaman, kalau dalam militer ini ancaman nontradisional yang perlu segera diatasi persoalan narkoba. Itu ancaman nyata," ucap Moeldoko.

Kendati begitu, Moeldoko mengaku, pihak Istana belum akan turun tangan terkait usulan pembubaran BNN oleh Komisi III DPR. Dia menilai, persoalan tersebut bisa diselesaikan lewat dialog.

"Saya pikir nanti komisi yang bertanggung jawab akan itu akan berdialog lah, mencari jalan terbaik, yang terpenting ada penguatan, bukan pembubaran," jelas dia.

2 dari 3 halaman

Perlu Kajian Mendalam

Sebelumnya, Komisi III DPR RI mengkritisi kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN). Mereka menyarankan BNN baiknya dibubarkan bila kerjanya buruk. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad menyebut, usulan tersebut harus dikaji mendalam.

"Kalau soal itu kan perlu kajian lagi yang lebih spesifik. Menurut saya, karena badan narkotika ini di mana-mana, di beberapa negara maju maupun yang lain itu ada badannya sendiri," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/11/2019).

Menurut Waketum Gerindra tersebut, tingkat narkotika di Indonesia masih tinggi. Sehingga BNN masih diperlukan. Daripada dibubarkan, kata Dasco, lebih baik BNN dievaluasi jika kerjanya belum sesuai harapan.

"Saya pikir daripada dibubarkan ya kita evaluasi, apa yang kurang kita tambah, apa yang perlu dicukupi kita cukupi," tandas Dasco.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Moeldoko: Kami Akan Telekonferensi dengan Profesor AS terkait KKR
Artikel Selanjutnya
Moeldoko: Pengusutan Kasus Novel Baswedan Lama Karena Memang Sulit