Sukses

Polisi Bentengi Lombok Barat dari Radikalisme Lewat Sedekah Sandal Jepit

 

Liputan6.com, Jakarta - Penyebaran radikalisme di Indonesia dianggap sudah mulai mengkawatirkan. Kelompok tertentu ini akan terus berupaya mengikis rasa nasionalisme dan bukan tidak mungkin meruntuhkan NKRI.

Semua pihak termasuk kepolisian bersama unsur muspida pun sibuk blusukan ke berbagai tempat yang dianggap rawan disusupi paham radikal. Cara yang dilakukan dengan melakukan pembinaan, memberikan wawasan kebangsaan dan pemahaman bahayanya jika radikalisme menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.

Bahkan ada yang menggunakan formula yang tak biasa yaitu melalui pendekatan secara langsung sehingga menyentuh hati dan menggugah masyarakat supaya mereka bisa membentengi diri dari paham radikal.

Yang menggunakan metoda ini adalah Polres Lombok Barat (Lobar), Provinsi Nusa Tenggara Barat. Program yang disebut Jumat Berkah dianggap ampuh menangkal radikalisme masuk ke sekolah, pesantren hingga masjid di wilayah hukumnya, Kabupaten Lombok Barat.

"Setiap hari Jumat ada program Jumat Berkah. Kita kumpulkan (uang) dari anggota kemudian uang tersebut kita belikan sendal untuk di masjid-masjid, lalu belikan Iqro untuk anak-anak di TPA," terang Kapolres Lobar, AKPB Heri Wahyudi, Rabu (23/10/2019).

Pendekatan lainnya yaitu melalui penyaluran air bersih disaat musim kering seperti sekarang ini hingga bagi-bagi sembako kepada masyarakat kurang mampu.

"Pelaksaan itu juga kita salurkan ke pondok pesantren. Program ini sudah lama, sebelum pemilu kita lakukan ini," kata dia.

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 2 halaman

Sentuh Hati

Upaya ini diharapkan bisa menyentuh hati dan menggugah masyarakat supaya mereka bisa membentengi diri dari paham radikal. Sebab, tidak bisa dipungkiri bahwa di Lobar ada kelompok radikal meskipun skalinya masih kecil.

"Di wilayah kami indikasi penyebaran paham radikal sangat kecil. Tapi tidak menutup kemungkinan ada seperti kelompok garis keras," ujarnya.

Namun ia yakin, paham radikalisme sulit menyebar dan meracuni masyarakat Kabupaten Lobar. Selain banyaknya pondok pesantren, tak sedikit kyai dan ulama yang memegang teguh agamanya dan mencintai NKRI.

"Suasana keislamannya juga sangat kental sekali, baik dalam bentuk kegiatan keagamaan. Jadi kita diuntungkan dengan banyaknya pesantren sehingga dengan mudah melakukan pendekatan-pendekatan," terangnya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Cegah Radikalisme di Kalangan ASN, Pemerintah Luncurkan Portal Aduan
Artikel Selanjutnya
Migrant Care Imbau Indonesia Waspadai Potensi TKI Terjerumus Radikalisme