Sukses

Seknas Jokowi Sesalkan Mahasiswa Tak Mau Berdialog di Istana

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Seknas Jokowi, Dedy Mawardi menyayangkan para mahasiswa menolak bertemu Presiden Joko Widodo. Dengan penolakan tersebut, menurut dia, mahasiswa tidak akan mengetahui apa yang diinginkan Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Cuma kami juga menyayangkan kalau adik-adik kami mahasiswa yang diundang itu tidak hadir. karena dengan tidak hadir kan tidak tahu apa yang sebetulnya diinginkan oleh pak Jokowi," kata Dedy usai bertemu Presiden Jokowi bersama 22 relawan lainnya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (27/9/2019).

Dia pun menghimbau kepada mahasiswa agar segera membuka dialog bersama Jokowi. Namun tidak mungkin hal tersebut dilakukan di monas.

"Tentunya enggak mungkin juga di Monas dan diliput oleh media. Kita menghendaki, pak Jokowi menghendaki, kita buka dialog seluas-luasnya sampai tuntas persoalan ini sehingga ke depan tidak ada lagi persoalan-persoalan yang mengganjal mahasiswa, rakyat, dengan Presiden," ungkap Dedy.

2 dari 3 halaman

Mahasiswa Ingin Pertemuan dengan Jokowi Disiarkan

Sebelumnya Koordinator Pusat Aliansi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) seluruh Indonesia Muhammad Nurdiyansyah menegaskan pihaknya ingin pertemuan berlangsung secara terbuka disiarkan langsung oleh stasiun televisi.

"Menyikapi ajakan pertemuan dengan Presiden Jokowi, aliansi BEM Seluruh Indonesia hanya bersedia bertemu dengan Presiden apabila dilaksanakan secara terbuka dan dapat disaksikan langsung oleh publik melalui kanal televisi nasional," tegas Nurdiyansyah dalam keterangannya, Jumat (27/9).

Tak hanya itu, mahasiswa juga menuntut adanya kebijakan konkret yang akan dilahirkan dari pertemuan tersebut.

"Presiden menyikapi berbagai tuntutan mahasiswa yang tercantum di dalam 'Maklumat Tuntaskan Reformasi' secara tegas dan tuntas," ucapnya.

"Pertemuan tersebut harus menjamin bahwa nantinya akan ada kebijakan yang konkret demi terwujudnya tatanan masyarakat yang lebih baik," sambung Nurdiyansyah.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: