Sukses

Getih Getah Dibongkar, Pengamat: Perencanaan Kurang Tepat

Liputan6.com, Jakarta - Instalasi bambu Getih Getah yang dibangun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk meramaikan ajang Asian Games 2018 di Bundaran HI, Jakarta telah dibongkar. Pengamat Tata Kota Nirwono Joga menilai, hal ini harus dijadikan sebuah pembelajaran untuk ke depan.

Sebab, perencanaan instalasi itu tidak matang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Pelajaran ke depan, setiap kali penempatan instalasi seni di ruang publik harus melalui kajian mendalam terhadap estetika kota, sosial budaya masyarakat, sehingga tidak terjadi pembuangan atau pemborosan anggaran daerah,” tutur Nirwono saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (19/7/2019).

Selain itu, Nirwono menganggap harusnya Pemprov DKI Jakarta menjelaskan alasan pembongkaran tersebut dengan jelas. Sebab, banyak pihak yang akhirnya menilai hal ini mubazir untuk dilakukan.

Nirwono juga menyayangkan dibuangnya instalasi Getah Getih tersebut. Padahal, karya seni senilai Rp 550 juta itu seharusnya bisa dipindahkan untuk dipajang di lokasi lain yang lebih memadai.

“Menunjukkan perencanaan, penempatan, dan penggunaan bahan yang kurang tepat sehingga karya instalasi seni tersebut tidak dapat bertahan lama dan gagal menjadi ikon ruang publik kota,” ujarnya.

“Ya jelas mubazir, pelajarannya adalah kalau membuat instalasi seni sebaiknya dapat bertahan lama, sehingga perlu dirancang dengan baik,” Nirwono mengakhiri. 

2 dari 3 halaman

DPRD Nilai Boros

Sebelumya, Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus menilai instalasi bambu ide Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan itu suatu pemborosan.

"Itu salah satu pemborosan. Memang DKI ini selalu ada kegagalan dalam perencanaan. Tidak terserapnya anggaran, itupun banyak dikarenakan kegagalan dalam perencanaan karena tidak direncanakan dengan matang. Nah, hal yang terkait dengan bambu ini juga saya kira sama," kata Bestari, Kamis, (18/7/2019).

Bestari menyebut, Anies tidak memikirkan masak-masak sebelum memajang instalasi bambu Getih Getah senilai Rp 550 juta itu.

"Gubernur tidak berpikir panjang bahwa DKI ini punya dua musim, gitu. Ada musim panas dan hujan. Kalau dia (bambu) ada di ruangan tertutup mungkin dia akan awet," ujarnya.

Senada dengan Bestari, Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono menyayangkan Getih Getah yang masih sangat muda itu sudah dibongkar. Menurutnya hal itu mubazir alias membuang uang rakyat.

"Yang pertama, mubazir. Kedua, dulu kan pernah kita pertanyakan, katanya 'kan tahan lama, karena dia punya alat untuk membuat bambu tahan lama, gitu lho. Itu awal yang kita dengar seperti itu," ucap dia.

Gembong meminta Anies lebih cermat memanfaatkan anggaran, apalagi yang berasal dari rakyat.

"Itu harus hati-hati, kan duit rakyat, tidak sedikit. Bahwa saat itu kita berikan apresiasi kepada Gubernur untuk menghidupkan kreativitas seni untuk ditampilkan di DKI Jakarta, ya, tapi harus proporsional," Gembong mengakhiri.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Respons Anies Baswedan soal Wacana Bekasi Gabung Jakarta
Artikel Selanjutnya
Sekda DKI: 53 Taman Maju Bersama Selesai Akhir 2019