Sukses

Cerita Anak Sutopo soal Kejujuran dan Kebaikan Sang Ayah

Liputan6.com, Jakarta - Jenazah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho telah dikebumikan. Putra sulungnya, Muhammad Ivanka Rizaldy Nugroho mengatakan, sang ayah selalu mengajarkan kebaikan ketika masih hidup.

"Bapak itu orangnya paling berdedikasi yang saya tahu. Semua yang dia lakukan itu selalu buat kepentingan yang lebih besar, bukan kepentingan egois," kata Ivanka Rizaldy di Boyolali, Jawa Tengah, Senin (8/7/2019)

Selain itu, Ivanka mengatakan, ayahnya, Sutopo merupakan orang yang sangat jujur. Kejujuran itu selalu diajarkan dan ditanamkan dalam lingkungan keluarga.

"Bapak itu selalu ngajarin jujur. Ngajarin berbaik dengan orang dan bapak selalu membagi sesuatu yang dipunya," ucap dia.

Sulung dari dua bersaudara ini mengatakan, sang ayah merupakan orang yang sangat menyayangi keluarga. Ia menambahkan, ayahnya adalah orang yang penyabar.

"Bapak penyayang dengan anak-anak dan keluarganya," tutur dia.

Selama prosesi pemakaman Sutopo, Ivanka terlihat beberapa kali terisak. Bahkan, beberapa kerabatnya terlihat mendampingi dan menguatkan hati pemuda tersebut.

2 dari 3 halaman

Wafat di China

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal saat menjalani pengobatan kanker di Guangzhou St. Stamford Modern Cancer Hospital.

Jenazah Sutopo kemudian diangkut dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan GA-899 yang bertolak dari Bandar Udara Internasional Baiyun di Guangzhou Minggu pada pukul 15.45 waktu setempat (14.45 WIB).

Jenazah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 20.10 WIB dan diberangkatkan ke rumah duka di Depok, Jawa Barat, pada sekitar pukul 21.25 WIB.

Konsul Jenderal RI di Guangzhou, Gustanto, mengatakan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho meninggal akibat cardiac heart attack atau gagal jantung.

"Penyebab utama kematian beliau adalah cardiac heart attack," kata Gustanto di Kargo Jenazah Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Minggu malam, 7 Juli 2019.

Dilansir dari Antara, Senin (8/7/2019), Gustanto mengatakan, berdasarkan keterangan dokter di Guangzhou St Stamford Modern Cancer Hospital, China, Sutopo juga terkena left lung adenocarcinoma with multiple metastases atau kanker paru-paru. Kanker tersebut, menurut Gustanto, mengenai bagian ginjal, dan bagian lain seperti tulang.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: