Sukses

Sutopo Dikebumikan, Tangis Keluarga Pecah

Liputan6.com, Boyolali - Jenazah Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho telah dimakamkan di TPU Sonolayu, Boyolali. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah dimasukkan ke liang lahat.

Prosesi pelepasan jenazah dipimpin oleh Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo di rumah duka. Sebelum berangkat menuju peristirahat terakhir, keluarga melakukan prosesi brobosan.

Peti jenazah yang diselimuti bendera Merah Putih itu langsung dibawa menuju mobil jenazah milik PMI Boyolali setelah prosesi pelepasan jenazah selesai.

Selanjutnya, iring-iringan mobil jenazah bergerak menuju tempat pemakamam umum Sonolayu yang berjarak sekitar 800 meter dari rumah duka. Para pelayat yang memadati rumah duka juga ikut mengantar jenazah Sutopo ke tempat peristirahatan terakhirnya.

Prosesi penghormatan terakhir dilakukan di pemakamam. Kepala BNPB Letjen TNI Doni Munardo kembali menjadi instruktur upacara. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo tampak hadir saat prosesi tersebut.

Setelah upacara selesai, peti jenazah selanjutkan dimasukkan ke dalam liang lahat. Para pelayat pun tampak memadati di sekitar lokasi pemakaman. Saat peti jenazah mulai diturunkan, sejumlah anggota keluarga tampak terisak menangis. Bahkan, istri dan putra sulung almarhum terlihat dipapah oleh sejumlah kerabat.

Setelah peti jenazah turun di liang kubur, selanjutnya pihak keluarga melakukan prosesi tabur bunga. Raut sedih juga terlihat di wajah keluarga saat melakukan tabur bunga.

2 dari 3 halaman

Pahlawan Kemanusiaan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengatakan, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (Pusdatinmas) BNPB Sutopo Purwo Nugroho merupakan pahlawan kemanusiaan yang telah mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan bangsa dan negara. Dia berharap, akan ada penerus yang berdedikasi seperti Sutopo.

"Semoga akan lahir lagi Sutopo Sutopo muda yang bisa melanjutkan perjuangan Pak Topo," kata Doni Monardo saat pelepasan jenazah Sutopo di Boyalali, Jawa Tengah, Senin (8/7/2019).

Doni mengatakan, walaupun dalam keadaan yang sulit dan sakit, Sutopo masih bisa memberikan pelayan publik yang terbaik, memberi informasi kepada khalayak, serta analisis terkait peristiwa apa yang terjadi dan langkah-langkah yang perlu dilakukan.

"Kita semua kehilangan. Keluarga besar BPNP telah berusaha semaksimal mungkin memberi pelayanan medis untuk Pak Topo semoga sembuh," ucap dia.

Doni menuturkan, BNPB selalu berkoordinasi dengan pihak Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat. Bahkan, pimpinan angkatan darat telah memberikan dokter terbaik untuk perawatan Sutopo. Hingga akhirnya, setelah melalui proses yang sangat panjang, mencoba pengobatan di rumah sakit di Guangzhou, China.

"Dan sempat beberapa hari yang lalu, mengalami peningkatan kesembuhan, sudah bisa berkomunikasi dan bahkan kirimkam video kepada kami di BNPB. Namun dua hari terakhir mengalami penurunan dan pada kembali ke Allah," ujar Doni.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: