Anggota Komisi VIII DPR Abdul Azis Minta Mitigasi Bencana jadi Prioritas BNPB

Anggota Komisi VIII DPR Muhamad Abdul Azis Sefudin mendorong penguatan mitigasi bencana di tengah keterbatasan anggaran BNPB 2027.

Diterbitkan 18 Juni 2026, 18:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Anggaran BNPB 2027 terbatas, tak sebanding risiko bencana di Indonesia.
  • DPR desak BNPB ubah paradigma dari reaktif ke mitigasi dan pencegahan.
  • Investasi mitigasi bencana penting untuk keselamatan dan penghematan biaya.

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR Muhamad Abdul Azis Sefudin menyoroti keterbatasan alokasi anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk Tahun Anggaran 2027.

Dalam Rapat Kerja Komisi VIII DPR bersama BNPB, disepakati usulan tambahan anggaran sebesar Rp 941,44 miliar. Namun demikian, menurut Azis, anggaran tersebut dinilai masih perlu diperkuat agar sejalan dengan besarnya tantangan kebencanaan di Indonesia.

"Indonesia adalah laboratorium bencana dunia. Hampir semua jenis bencana ada di negara kita. Dengan kondisi seperti itu, kita harus jujur mengatakan bahwa anggaran yang tersedia, bahkan setelah mendapat tambahan, masih sangat terbatas dibandingkan kebutuhan riil di lapangan," ujar Azis, Kamis (18/6/2026).

Azis mengingatkan, Indonesia menghadapi berbagai ancaman bencana geologi seperti gempa bumi, tsunami, dan erupsi gunung api, sekaligus bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, cuaca ekstrem, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.

 

Dorong Penguatan Mitigasi Bencana

Politisi muda PDI Perjuangan itu mendesak pemerintah, dalam hal ini BNPB, untuk mengubah paradigma penanggulangan bencana dari yang selama ini lebih bersifat reaktif menjadi pendekatan yang mengedepankan mitigasi dan pencegahan.

"Saya mendesak BNPB untuk mengubah sudut pandang penanganan bencana dari reaktif menjadi preventif setelah anggaran ini terealisasi. Saya akan terus mengingatkan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati," kata Azis.

Legislator PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Jawa Barat III (Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor) itu berharap pada Tahun Anggaran 2027 BNPB dapat memperkuat pembangunan infrastruktur mitigasi, sistem peringatan dini, kesiapsiagaan masyarakat, serta kapasitas daerah-daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

Menurutnya, investasi pada pengurangan risiko bencana merupakan investasi untuk melindungi keselamatan masyarakat sekaligus mengurangi kerugian ekonomi yang jauh lebih besar akibat bencana.

"Kita sering kali baru sibuk ketika bencana sudah datang. Padahal negara seharusnya lebih banyak berinvestasi pada pencegahan. Setiap rupiah yang digunakan untuk mitigasi akan menghemat biaya penanganan bencana yang nilainya bisa berkali-kali lipat," tegas Azis.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6