Penjelasan Metode Inject, Cara Baru Jinakkan Api TPA Jatiwaringin

Berbagai upaya terus dilakukan untuk memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin.

Diterbitkan 04 Juli 2026, 11:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • BNPB menerapkan metode inject untuk memadamkan api di TPA Jatiwaringin.
  • Metode inject menyuntikkan air langsung ke titik api di bawah permukaan sampah.
  • Pemadaman juga didukung helikopter water bombing dan 18 mobil pemadam kebakaran.

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai upaya terus dilakukan untuk memadamkan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang. Setelah mengerahkan mobil pemadam kebakaran hingga helikopter water bombing, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kini menerapkan metode inject untuk mempercepat pemadaman.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Brigjen TNI Djohan Darmawan menjelaskan, metode inject dilakukan dengan menyuntikkan air langsung ke titik api yang berada di bawah permukaan timbunan sampah.

"Metode inject atau dengan cara menyuntikkan air secara langsung ke dalam titik api di bawah permukaan area kebakaran untuk melakukan pemadaman api secara total," kata Djohan, Sabtu (4/7/2026).

Menurut dia, metode tersebut diterapkan setelah petugas pemadam kebakaran dan BNPB berhasil mendekati titik api yang sebelumnya sulit dijangkau akibat kepulan asap tebal. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penanganan kebakaran yang telah berlangsung selama empat hari sejak Selasa (30/6/2026).

"Jadi sistem inject ini nanti, kami sudah sampaikan ke Kalaksa, Kepala Pemadam Kebakaran, untuk dibuat pipa dan dilakukan di titik-titik api yang ada di TPA Jatiwaringin," ujarnya.

Djohan mengatakan proses penyuntikan air ke titik api akan dilakukan petugas gabungan, termasuk personel Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan yang telah diterjunkan sebanyak 30 orang.

"Termasuk juga nanti dari Manggala Agni yang sudah biasa melakukan metode itu. Insyaallah dari siang tadi sudah mulai aksi," katanya.

 

Jinakkan Api dari Darat dan Udara

Selain metode inject, BNPB juga mengoptimalkan pemadaman dari udara menggunakan dua helikopter water bombing jenis MI-8AMT yang masing-masing membawa kantong air berkapasitas 4.000 liter.

"Sementara ini kita bisa melihat, kalau pagi hari anginnya tidak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas memaksimalkan pekerjaan mulai pagi, siang, hingga malam," ujarnya.

Di darat, sebanyak 18 unit mobil pemadam kebakaran terus dikerahkan untuk menyisir titik-titik api yang belum dapat dijangkau helikopter.

"Hari keempat, kita sudah mendatangkan dua unit helikopter water bombing, termasuk juga ada 18 unit pemadam kebakaran," tambah Djohan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Jumat (3/7/2026) sekitar pukul 16.24 WIB, petugas gabungan dari Damkar, Kementerian Kehutanan, TNI, dan Polri masih berjibaku memadamkan api di sisi utara TPA Jatiwaringin.

Selain melakukan penyiraman, alat berat jenis ekskavator juga dioperasikan untuk mengurai timbunan sampah yang telah dibasahi melalui metode inject. Sementara itu, akses menuju kawasan TPA Jatiwaringin masih dijaga ketat petugas guna membatasi lalu lintas kendaraan dari luar area.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6