Sukses

Jusuf Kalla Imbau Munas Golkar Tetap Dilaksanakan Desember

Liputan6.com, Jakarta - Polikus Senior Partai Golkar, Jusuf Kalla mengimbau kepada para kader untuk menunggu jadwal Musyawarah Nasional (Munas) pada Desember yang akan datang. Walaupun Munas dilakukan dengan latar belakang tidak sesuai target perolehan suara, JK menilai para kader setuju dilakukan Munas sesuai dengan jadwal.

"Gini, udah capek munaslub di Golkar. Jadi normal aja lah, toh sekarang sisa 6 bulan. Itu Desember nanti akan munas biasa. Beberapa orang saja sebagaian daerah setuju nanti. Kita normal aja," kata JK di Kantornya, Jalan Merdeka Utara, Selasa (25/6/2019).

Dengan waktu yang tersisa 6 bulan, JK yang juga mantan Ketua Umum partai beringin tersebut menilai jika Munas dipercepat akan mengalami ongkos yang besar.

"Tunggu lah. Nanti 6 bulan. Ya minta maaf kenyataannya kalau munas ongkosnya besar, baik ongkos penyelenggaraan, termasuk ongkos calon. Nanti 6 bulan jadi ketua ongkosnya mubazir," jelas JK.

JK pun tidak mau berkomentar terkait siapa yang layak untuk menjadi ketua pada periode selanjutnya. Sebab dia tidak punya hak suara dalam partai. Dia pun menyerahkan sepenuhnya kepada para kader memilih.

"Saya tidak punya hak suara lagi. Jadi saya tidak mikirkan itu yang mana. Kalau saya punya hak suara saya timbang-timbang. Sekarang ada hak suara lah. Terserah lah yang punya hak suara," ungkap JK.

Akan tetapi kata JK, beberapa kandidat calon ketua umum seperti Bambang Soesatyo dan Airlangga Hartarto yang juga ketua umum sempat menemuinya. Tetapi JK menegaskan tidak mau memilih dan lebih baik menunggu.

"Ya dua-duanya ketemu, datang. Tapi saya lebih condong untuk nunggu yang lebih hak," ungkap JK.

2 dari 2 halaman

Didesak Segera Munas

Sebelumnya, politikus Golkar Aziz Sumual salah satu yang mendesak agar munas Golkar dipercepat usai Lebaran. Airlangga dinilai gagal membawa partai meraih target 110 kursi DPR. Golkar hanya peroleh 85 kursi DPR, hilang 6 kursi dari 2014 lalu.

Ditemui terpisah, Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto tak ambil pusing dengan desakan sejumlah kader agar pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) dipercepat. Dia menegaskan, berdasarkan ketetapan partai, Munas baru akan digelar pada Desember 2019.

"Jadi itu semua sudah jelas," ucapnya.

"Sesuai jadwal saja, karena jadwalnya kan Desember. Sekarang terlalu pagi," sambungnya.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka

Loading
Artikel Selanjutnya
Koalisi Jokowi Akan Bahas Kemungkinan Gerindra Masuk Kabinet Usai Putusan MK
Artikel Selanjutnya
Airlangga Hartarto Akan Terima Gelar Doktor Kehormatan di Korsel