Sukses

Sabam Sirait: Jangan Mau Diadu-domba, Kita Harus Terus Bersatu

Liputan6.com, Jakarta - Di Bulan Agustus ini, Indonesia akan mememperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan yang ke-75 tahun. Sudah banyak peristiwa yang tercatat sebagai bagian dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia, baik sebelum dan sesudah kemerdekaan.

Politisi senior Sabam Sirait, yang sudah berpolitik sejak zaman Presiden Soekarno hingga Presiden Joko Widodo, mengajak semua pihak untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan. Sebab pasti ada pihak-pihak yang selalu menanti-nanti untuk mengganggu Indonesia dan mengambil keuntungan dari perpecahan bangsa.

"Sumber daya alam kita sangat kaya. Kita harus hati-hati. Jangan mau diadu domba. Kita harus terus bersatu. Dengan bersatu kita bisa mengusir penjajah. Dan bila kita terus bersatu, pihak yang mau mengadu domba akan takut duluan," kata Sabam, yang juga anggota MPR paling senior itu.

Senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari daerahan pemilihan DKI Jakarta ini mengatakan bahwa pembangunan di Indonesia di tengah kemerdekaan yang sudah semakin lama ini harus kian merata. Sehingga semua daerah merasakan keadilan dalam pembangunan.

"Sebagaimana kata Dr Leimana, kita harus membangun Indonesia dengan seadil-adil mungkin. Sehingga semua rakyat Indonesia merasakan kesejahteraan yang sama," ungkap Sabam yang juga mantan anggota Dewan Pertimbangan Agung (DPA) itu.

Sabam pun mengapresiasi kinerja pemerintahan Joko Widodo yang sudah menunjukkan komitmen dan menjalankan pembangunan yang merata di seluruh Indonesia, tanpa membedakan antara pulau dan kawasan. Ia pun mendukung penuh pembangunan dari daerah sebagaimana cita-cita pembangunan Presiden Joko Widodo.

"Aceh dan Papua juga harus sama-sama dibangun. Tanpa Aceh, bukan Indonesia. Juga tanpa Papua, bukan Indonesia. Indonesia harus terus utuh dari Sabang sampai Merauke. Kita harus jaga bersama-sama," kata Sabam.

Dia kembali menekankan bahwa semua elemen bangsa harus semakin menguatkan satu sama lain di tengah berbagai persoalan dan tantangan yang sedang dihadapi. Misalnya Indonesia saat ini, sebagaimana negara lain, sedang menghadapi pandemi Covid-19. Di saat yang sama, tantangan Indonesia ke depan sangat kompleks, baik persoalan internal maupun eksternal yang datang dari pihak luar.

"Sebagai bangsa yang besar kita harus bersyukur sampai saat ini Indonesia masih kondusif dan terkendali. Namun kita harus terus bersatu sebab tantangan tidak lebih mudah dari tantangan-tantangan sebelumnya," kata Sabam.

 

 

2 dari 3 halaman

Kuncinya Harus Bersatu

Sabam mengatakan, Indonesia selalu bisa keluar dari persoalan yang ada dan dihadapi. Dengan catatan, semua elemen bangsa bersatu dan terus bekerja sama.

"Jangan mau dipecah belah oleh siapa pun. Kalau kita bersatu, semua bisa kita lewati bersama. Sebab sebagaimana kata Bung Karno bangsa kita adalah bangsa yang kuat," ungkap Sabam.

Dalam menguatkan persatuan, Sabam menegaskan bahwa memang hal itu butuh kesungguhan hati dan upaya yang keras. Karena Indonesia terdiri dari ribuan pulau dan saling terpisah satu sama lain.

"Kita yakin dan percaya pemerintah akan mengupayakan segala cara untuk menjadikan kita bangsa yang berdaulat, tentu dengan mengutamakan kehidupan masyarakat yang majemuk di dalamnya," yakin Sabam.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: