Sutan: Sistem Konvensi Punya Kelemahan

Politisi Partai Demokrat Sutan Bathoegana mengatakan kelemahan sistem konvensi antara lain menyingkirkan kader potensial yang berasal dari partai sendiri.

Diterbitkan 09 Mei 2012, 17:31 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Politisi Partai Demokrat Sutan Bathoegana menilai sistem konvensi untuk menjaring calon presiden mempunyai beberapa kelemahan. Salah satunya menyingkirkan kader potensial yang berasal dari partai sendiri.

Menurut Sutan sistem konvensi dilakukan secara terbuka sehingga yang bukan kader Demokrat bisa ikut. "Itu Pak Ahmad Mubarok, tapi perlu juga kita respon. Kan ini pernah dilakukan PG hasilnya cukup baik," katanya di Jakarta, Rabu (9/5).

Sebelumnya anggota Dewan Pembina Demokrat Ahmad Mubarok mengatakan partainya mulai membuka diri untuk memunculkan nama-nama capres. Demokrat akan menggunakan sistem konvensi sama seperti penjaringan yang pernah dipakai Partai Golkar.

Sementara itu saat dihubungi secara terpisah, Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional, Viva Yoga mengatakan, calon presiden yang diusung sudah pasti Hatta Rajasa. "Tidak ada calon lain, selain ketum PAN," kata Viva Yoga.

Alasan memilih Hatta ada beberapa hal. Di antaranya Hatta memiliki visi politik dan ekonomi yang jelas. Visi itu yang akan membawa bangsa Indonesia menuju cita-cita nasional, adil makmur sentosa.

"Pak Hatta memiliki pengalaman dan jam terbang tinggi di pemerintahan. Itu menjadi penting karena sebagai leader harus mengerti masalah bangsa dan dapat memecahkan persoalan dengan tepat," katanya.

Hatta juga memiliki integritas dan kemampuan yang tak diragukan lagi. "Dari beberapa capres yang muncul, kalau mau jujur, bangsa Indonesia semestinya membutuhkan sosok atau figur kepemimpinan seperti sosok Hatta," kata Viva.(JUM)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6