Massa Garda Banua Nusantara Gelar Aksi Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana Hibah di Kalsel

Puluhan massa yang tergabung dalam organisasi Garda Banua Nusantara (GBN) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalimantan Selatan.

Diperbarui 30 Juli 2025, 00:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Puluhan massa menggelar aksi unjuk rasa.
  • Mereka adalah puluhan massa yang tergabung dalam organisasi Garda Banua Nusantara (GBN) Kalimantan Selatan (Kalsel).
  • Aksi menyoroti dugaan penyalahgunaan dana hibah.

Liputan6.com, Jakarta - Puluhan massa yang tergabung dalam organisasi Garda Banua Nusantara (GBN) Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Kalimantan Selatan, Senin pagi (28/7/2025).

Aksi tersebut menyoroti dugaan penyalahgunaan dana hibah di sejumlah dinas lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) yang diduga melibatkan salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di daerah tersebut.

Dalam orasinya, para demonstran menuntut Ditkrimsus Polda Kalsel untuk segera menindaklanjuti dan mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana hibah yang menurut mereka rawan disalahgunakan dan tidak tepat sasaran.

"Kami meminta aparat penegak hukum, khususnya Ditkrimsus Polda Kalsel, untuk segera mengusut indikasi penyalahgunaan dana hibah yang kami duga kuat melibatkan oknum LSM dan diduga terjadi di beberapa dinas strategis di lingkup Pemprov Kalsel," ujar Koordinator Aksi Muhammad Amin Hasani dalam pernyataan tertulis, Senin (28/7/2025).

Dia mengatakan, GBN menilai dana hibah yang seharusnya digunakan untuk kepentingan publik, justru berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk keuntungan pribadi atau kelompok.

"Pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana hibah guna mencegah terjadinya penyimpangan. Kami tidak ingin ada kesan pembiaran. Ini menyangkut uang rakyat. Jangan sampai dana hibah ini dijadikan ladang penghasilan pribadi," jelas Amin.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polda Kalimantan Selatan terkait laporan yang disampaikan oleh GBN. Namun pihak demonstran menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.

 

Demo BEM SI di Monas Hari Ini, 1.489 Personel Gabungan Dikerahkan

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat menurunkan 1.489 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di kawasan Monas, Jakarta.

"Mereka gabungan dari Polda Metro, Polres Metro dan Polsek jajaran," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro di Jakarta, dikutip dari Antara Senin (28/7/2025).

Susatyo menjelaskan, ribuan personel tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis, terutama di Silang Selatan Monas, guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta kemacetan lalu lintas di sekitar area aksi.

"Kami mengimbau kepada para orator agar tidak memprovokasi massa untuk melakukan tindakan anarkis," katanya.

Susatyo menegaskan pentingnya penyampaian pendapat secara tertib, tanpa melanggar aturan maupun menciptakan situasi anarkis.

"Sampaikan pendapat dengan santun, tidak merusak fasilitas umum, tidak membakar ban bekas, tidak melawan petugas keamanan dan taat pada aturan yang berlaku," ujarnya.

 

Pendekatan Humanis

Ia juga memastikan bahwa seluruh personel pengamanan tidak dibekali senjata api dan diminta untuk mengedepankan pendekatan humanis.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa aparat keamanan akan bertindak sesuai prosedur dan tidak ragu untuk mengambil tindakan tegas bila situasi mengharuskan.

"Petugas keamanan akan bertindak tegas untuk menjalankan tugas. Kami siap menjaga keamanan dan ketertiban, namun tetap mengedepankan profesionalisme dan sikap persuasif di lapangan," kata dia.

Polisi juga mengimbau masyarakat dan pengguna jalan untuk menghindari kawasan Silang Selatan Monas dan sekitarnya guna menghindari kepadatan lalu lintas.

Rekayasa arus kendaraan akan diberlakukan secara situasional jika terjadi lonjakan jumlah massa atau gangguan keamanan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6