Liputan6.com, Banten - Warga korban tsunami asal Pulau Sebesi, Lampung Selatan, yang masih bertahan di pengungsian mulai terserang penyakit. Kebanyakan balita menderita diare dan demam sementara para pengungsi dewasa mengeluh pusing dan pegal-pegal. Â
Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Minggu (30/12/2018), Sepekan di pengungsian tercatat sudah 94 warga Pulau Sebesi yang berobat. Para pengungsi di Posko Bencana Kalianda, Lampung Selatan mengeluh flu, batuk pilek, pusing, dan pegal-pegal.
Kondisi pasca-tsunami yang belum sepenuhnya normal, memaksa ribuan orang harus bertahan di pegungsian.
Advertisement
Mereka diminta menunggu hingga aktivitas Gunung Anak Krakatau benar-benar aman dan proses evakuasi selesai. (Karlina Sintia Dewi)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296017/original/033910000_1784000101-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T103335.623.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316388/original/075760100_1785924799-cek_fakta_-_cpns_kementerian_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)