Sukses

Harga Telur di Jakarta Terus Melambung, Ini Penyebabnya

Peternak ayam petelur mengaku kenaikan harga telur ayam diakibatkan naiknya harga pakan.

Fokus, Jakarta - Harga telur di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, masih bertahan dikisaran Rp 29 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram. Harga ini merupakan harga telur tertinggi sejak Hari Raya Idul Fitri.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Rabu (18/7/2018), meski harga tinggi, masyarakat tetap membeli. Namun, jumlahnya dikurangi.

Harga telur semakin tinggi menurut pedagang karena tidak adanya stok telur.

Kondisi berbeda justru terjadi di peternak ayam petelur di Karanganyar, Jawa Tengah. Melambungnya harga telur justru membuat permintaan telur semakin menurun karena permintaan pasar anjlok hingga 30 persen. Akibatnya, stok telur di gudang peternakan justru menumpuk.

Sementara itu, di Grobogan, Jawa Tengah, peternak ayam petelur mengaku kenaikan harga telur ayam diakibatkan dari naiknya harga pakan atau makanan ayam.

Penyebab lainya adalah banyaknya ayam yang terkena penyakit hingga berujung kematian saat akan bertelur.

Di Grobokan, harga telur di pasar mencapai Rp 30 ribu per kilogram. Sementara, pedagang membeli dari petani seharga Rp 25 ribu rupiah. (Rio Audhitama Sihombing)