Sukses

Lebaran, Yuk Rehat Sejenak dari Hiruk Pikuk Politik

Liputan6.com, Jakarta Di hari Lebaran, masyarakat berbondong-bondong meninggalkan perantauan dan kembali ke kampung halaman untuk bersilaturahmi.

Namun, berdekatan dengan Idul Fitri, perang politik bakal tersaji di 171 daerah di Tanah Air. Tepat 27 Juni 2018, warga di 171 daerah akan memilih pemimpin masa depan. Agenda politik nasional berlanjut di bulan-bulan selanjutnya. Pada Juli, para politisi akan mendaftarkan diri untuk memperebutkan kursi parlemen. Sedangkan pada Agustus 2018, pandangan publik akan tertuju pada sosok yang akan mendaftarkan diri sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden.

Dengan padatnya agenda politik ke depan, para politisi memanfaatkan libur Lebaran sebagai waktu untuk rehat sejenak. Presiden PKS Sohibul Iman mengamini, libur panjang ini untuk rehat sejenak dari aktivitas politik. Sohibul mudik ke kampung halamannya di Tasikmalaya.

"Tahun ini agak lumayan bisa rehat karena bisa mudik ke Tasik sebelum Lebaran. Biasanya kami mudik ke Tasik di hari H Lebaran atau H+1. Ini benar-benar memberi suasana rileks buat kami, dalam pengertian tidak ada agenda, yang mana kami harus bertemu secara fisik," ucap Sohibul, Kamis 14 Juni 2018.

Meski liburan, Sohibul tidak bisa begitu saja mengesampingkan urusan politik. Baik Pilkada, Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden.

"Kami harus memanfaatkan sisa sepekan masa kampanye pilkada pasca Lebaran. Insyaallah silaturahim dan napak tilas di kampung halaman akan memberi energi perjuangan yang lebih besar menyongsong ketiga event demokrasi," ungkap Sohibul.

Senada, Wasekjen PKB yang juga Ketua Desk Pilkada, Daniel Johan menikmati liburan Lebaran dengan berkumpul bersama keluarga.

"Sangat (bisa untuk rehat). Momen berharga kumpul dengan keluarga, istri dan anak-anak," tutur Johan.

Selepas Lebaran, Johan dan partainya akan langsung tancap gas memulai pertarungan menghadapi tahun politik. Meski Lebaran, Johan tetap memantau aktivitas politik nasional. Dia selalu berkoordinasi dengan kader-kader PKB.

"Iya (bertarung lagi). Tapi ini pun tetap komunikasi dengan basis dan struktur kok," jelas Johan.

 

2 dari 3 halaman

Tetap Fokus Pilkada

Wasekjen PDIP yang juga Ketua Tim Pilkada Jawa Timur, Ahmad Basarah sedikit berbeda. Dia mengaku memfokuskan diri di Pilgub Jatim.

"Saya enggak ada libur. Karena sebagai ketua tim pemenangan Pilgub Jatim, saya sedang fokus mengejar deadline hari pencoblosan tanggal 27 Juni besok," ungkap Basarah.

Basarah baru bisa kembali ke Jakarta semalam. Setelah itu dia harus kembali terbang ke Jatim.

"Sekarang saja masih di Surabaya. Nanti malam baru pulang Jakarta, tapi lusanya sudah ke Jatim lagi," tutur pria yang duduk sebagai Wakil Ketua MPR RI ini.

Idul Fitri merupakan momentum untuk rehat dan menghadirkan nuansa silahturahmi. Gelaran Pilkada Serentak yang berdekatan dengan perayaan Idul Fitri, diharapkan bisa ikut menghadirkan kedamaian. Bukan permusuhan meski berbeda pilihan politik.

"Walau ada perbedaan pilihan dalam sebuah kontestasi politik seperti Pilkada, tapi rasa kekeluargaan, kekerabatan, persatuan dan kesatuan sebagai warga bangsa harus tetap terawat dan terjaga. Itu pula yang bisa dicatat dari spirit dalam Idul Fitri. Berbeda pilihan bukan berarti lalu persaudaraan menjadi terputus. Keberlangsungan hidup.masyarakat dan negara harus kita jaga bersama," kata Tjahjo.

Mendagri mengimbau masyarakat datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 27 Juni 2018. Pesta demokrasi harus menghadirkan kegembiraan.

"Datanglah dengan suka ria. Silakan memilih kepala daerah setempat yang akan menjadi pemimpin daerah 5 tahun ke depan yang bisa menggerakkan pembangunan, pelayanan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghadirkan rasa aman, tertib dan damai," jelas Tjahjo.

3 dari 3 halaman

Lebaran, Turunkan Tensi Politik

Kedua, Tjahjo meminta masyarakat, pasangan calon, tim sukses, aparatur dan penyelenggara pemilu dalam hal ini, KPU dan Bawaslu, serta tokoh masyarakat memanfaatkan lebaran Idul Fitri sebagai momentum menurunkan tensi suhu politik lokal. Spirit silahturahmi Idul Fitri harus menjadi perekat persatuan. Sekaligus saatnya untuk meneguhkan sikap untuk saling menghargai perbedaan. Berbeda tapi tetap satu saudara. Satu daerah, satu bangsa.

"Saya percaya penyelenggara pemilu, baik KPU dan Bawaslu serta aparat TNI, Polri, aparat pemerintah daerah akan bekerja profesional. Saya juga yakin tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh perempuan, pers dan tokoh agama serta lembaga-lembaga keagamana akan bersatu padu memelihara iklim Pilkada serentak 2018 yang kondusif, tertib, lancar, aman dan damai," tuturnya.

Terakhir, Tjahjo meminta semua pihak berkomitmen menghadirkan kesejukan dalam Pilkada Serentak. Kontestasi Pilkada harus berjalan dengan elegan. Menjadi pesta demokrasi yang beretika dan bermartabat.

"Dan menjauhkan diri dari perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan ajaran agama," ucapnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Artikel Selanjutnya
Ribuan Umat Islam Padati Masjid Istiqlal, Kemacetan hingga Stasiun Gambir
Artikel Selanjutnya
Ketua DPR: Kekhusyukan Idul Fitri Jangan Dirusak dengan Berbagai Provokasi