Kebanggaan Terakhir Ibunda Lady Nayoan Saat Tahu Rendy Kjaernett Jadi Pendeta

Ibunda Lady Nayoan senang sang menantu memilih jalan hidup sebagai hamba Tuhan.

Diterbitkan 25 Agustus 2026, 22:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Rima Sania Pontoh, ibunda Lady Nayoan, meninggal dunia pada 24 Agustus 2026.
  • Sebelum wafat, ia berinteraksi intens dengan menantunya, Rendy Kjaernett, tentang pelayanan.
  • Rima dikenal sebagai pendoa kuat yang menguatkan iman anak dan menantunya.

Liputan6.com, Jakarta - Rima Sania Pontoh, ibunda Lady Nayoan, berpulang pada Senin, 24 Agustus 2026 pukul 19.23 WIB. Sebelum meninggal, ia sempat memiliki obrolan berkesan dengan sang menantu, Rendy Kjaernett, soal jalan hidupnya sebagai hamba Tuhan.

"Terakhir sebelum masuk rumah sakit, aku intens banget berdua sama dia. Mama itu kan tahu aku pelayanan, ambil sekolah teologi, sudah jadi hamba Tuhan," ujar Rendy Kjaernett saat ditemui di rumah duka Adian Nasonang Raya, Mustika Jaya, Bekasi, Selasa (25/8/2026).

Ia menceritakan, sang mertua begitu bangga dan selalu meminta didoakan setiap kali bertemu dengannya.

"Mama senang banget, dia bilang 'Mama senang Rendy jadi pendeta, doain Mama dong'. Setiap kali aku datang, pas baru nyampe rumah atau mau pulang, pasti pegang tangan 'Doain Mama ya biar Mama nggak sakit dan sembuh'," kata Rendy.

Sosok Berpengaruh

Bagi Rendy, sosok mertuanya itu punya pengaruh besar dalam perjalanan spiritualnya, terutama setelah sang istri, Lady Nayoan.

"Dia orang yang sangat berpengaruh menyemangati aku setelah Lady untuk terus pelayanan," ungkap Rendy.

Pendoa yang Luar Biasa

Lady turut menambahkan, sang ibu memang dikenal sebagai sosok pendoa yang selalu menguatkan iman anak-anaknya hingga akhir hayat.

"Mama itu sosok yang kalau orang nanya kok Lady bisa kuat, itu karena Mama yang selalu ngingetin bahwa kita kuat karena ada Tuhan. Dari Mama aku belajar jadi orang yang terus percaya sama Tuhan. Mama pendoa yang luar biasa," pungkas Lady.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Saksikan Sinetron Kisah Nyata Pagi, Rabu 26 Agustus Pukul 08.00 WIB di Indosiar

Umar Syarifuddien SjadjaahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan