Sukses

5 Gebrakan Yusril Usai PBB Lolos Jadi Peserta Pemilu 2019

Liputan6.com, Jakarta - Partai Bulan Bintang atau PBB lolos sebagai peserta Pemilu 2019. Langkah mulusnya itu seiring dengan dikabulkannya gugatan PBB di Bawaslu terhadap keputusan KPU.

Dalam putusannya, Bawaslu menyatakan PBB memenuhi syarat menjadi peserta pemilu. Untuk itu, KPU diminta menarik surat keputusan Nomor 58/PL.01.1.-Kpt/03/KPU/II/2018 berisi tentang penetapan parpol peserta Pemilu 2019 yang di dalamnya tanpa tercantum PBB.

KPU pun mengaku akan menaati putusan Bawaslu. Lembaga penyelenggara pemilu tersebut menggelar rapat pleno dan menetapkan nomor 19 sebagai nomor urut PBB sebagai peserta Pemilihan Umum 2019.

Atas penetapan tersebut, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra terlihat lega. Ia yang mengenakan seragam PBB, kemeja warna hijau ini tersenyum semringah saat memperoleh nomor urut dari Ketua KPU Arief Budiman.

Atas kelulusan itu, PBB bakal melakukan 5 gebrakan dalam menghadapi pesta demokrasi mendatang. Apa saja?

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

1 dari 6 halaman

1. Tak Dukung Jokowi

Ketua Umum PBB, Yusril Ihza Mahendra mengungkapkan langkah partainya jelang Pemilu Legilatif dan Pilpres 2019 mendatang. PBB, kata dia, tidak akan berkoalisi dengan partai mana pun bila calon Presiden masih sama seperti Pilpres 2019.

"Dari pada menjadi bagian pemerintah, kalau masih pemerintah yang sekarang, kami enggak pikir koalisi. Kami pikirkan diri kami sendiri. Kenal kami harus koalisi Gerindra, PKS dan lain-lain," kata Yusril usai rapat pleno terbuka.

 

2 dari 6 halaman

2. Kotak Kosong

Yusril berencana mendukung kotak kosong bila nantinya calon presiden yang ada adalah calon tunggal.

"Kalau misalnya calon tunggal ya, barang kali PBB akan kampanye untuk dukung kotak kosong ya. Dan akan menjadi kekuatan oposisi utama dalam republik ini," ujar Yusril.

 

3 dari 6 halaman

3. Incar Masuk Parlemen

PBB, kata Yusril, akan berusaha mendapat kursi di parlemen dan membuat fraksi. Dengan demikian, PBB menjadi pemimpin oposisi.

"Kalau memang kita bisa membentuk fraksi sendiri, kalau perlu kita sendirian yang oposisi," kata Yusril.

Pada Pemilu 2014 suara PBB 1,46 persen. Hal ini menyebabkan tidak adanya wakil PBB di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). PBB juga tidak lolos parliamentary treshold yang ditetapkan sebesar 3,5 persen pada Pemilu 2014.

 

4 dari 6 halaman

4. Semakin Kuat

Ahli hukum tata negara itu juga mengatakan, saat ini partainya semakin kuat. Sebab, dia terus melakukan konsolidasi dengan kadernya hingga di tingkat bawah.

"Anda lihat kekuatan kita jauh lebih meningkat dari yang lalu-lalu. Ini kan lima tahun terakhir empat tahun ini sampai hari H kepemimpinan PBB, kelihatannya sih memang cukup menguat, saya lakukan konsolidasi sampai ke tingkat yang paling bawah," tandas Yusril.

 

5 dari 6 halaman

5. Maju Capres

Sekjen Partai Bulan Bintang (PBB) Afriansyah Noor mengungkapkan, hingga kini partainya masih memutuskan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra untuk maju sebagai calon presiden 2019.

"Untuk pilpres, sementara ini hasil keputusan yang lalu itu hanya memutuskan ketua umum (Yusril Ihza Mahendra) kami untuk maju. Ya Sebagai calon presiden," ucap Afriansyah di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Selasa (6/3/2018).

Namun, karena perolehan suara PBB kecil, partainya tidak bisa maju sendiri dan harus berkoalisi dengan partai-partai lain.

"Cuma kalau undang-undangnya itu MK tolak untuk yang 0 persen, kami tidak bisa maju. Artinya, membuat poros baru, ini berkoalisi dengan partai-partai yang lain," kata Afriansyah.

 

Artikel Selanjutnya
Yusril Optimistis PBB Raih 9 Persen di Pemilu
Artikel Selanjutnya
PBB Usung Yusril Jadi Capres 2019 dengan Koalisi 5 Partai