Psikolog: Pemahaman Nilai Agama Redam Seks Bebas

Terkait rilis survei BKKBN yang menyebutkan 50 persen lebih remaja di berbagai kota besar di Indonesia sudah tidak perawan lagi, orangtua diharapkan mampu menanamkan nilai agama dan memberi pemahaman tentang seks dengan benar kepada anak.

Diterbitkan 30 November 2010, 13:28 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Orangtua diharapkan mampu menanamkan nilai agama dan memberi pemahaman tentang seks dengan benar kepada anak. Itu diharapkan mampu menangkal perilaku seks bebas yang berisiko tertular penyakit HIV/AIDS dan hamil di luar nikah. Demikian diungkapkan psikolog Ratih Ibrahim di Jakarta, Selasa (30/11).

Ratih menjelaskan, langkah yang paling diperlukan adalah pendidikan dan pemahaman transformasi nilai tentang seksualitas yang harus diberikan sejak usia dini. Pemahaman dan keyakinan termasuk penghayatan bahwa betapa pentingnya menghargai diri sendiri baik secara fisik maupun batin. Hal ini diharapkan dapat meminimalkan perilaku seks bebas di kalangan remaja yang dianggap sudah mulai mengkhawatirkan para orangtua.

Jika hal itu sudah dilakukan, Ratih menambahkan, anak tidak perlu diawasi secara ketat selama 24 jam penuh guna menangkal perilaku seks bebas itu. Sebab dengan nilai yang ditanamkan itu para remaja mampu menjaga diri sendirinya dengan baik. "Kita nggak perlu jadi satpam anak-anak, cukup dengan memberikan nilai agama dengan baik," ujar Ratih.

Data Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2010 cukup mengejutkan. Setidaknya sekitar 51 persen remaja di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi, telah melakukan hubungan seks pranikah. Angka tak jauh berbeda itu juga ditemukan di sejumlah kota besar lain, seperti Surabaya (54 persen), Bandung (47 persen), dan Medan (52 persen) [baca: BKKBN: 51 Persen Remaja Jabotabek Tidak Perawan].(ADI/ANS)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6