Sukses

Pansel Minta Bantuan KPK Awasi Calon Anggota KPU-Bawaslu

Liputan6.com, Jakarta - Anggota panitia seleksi (pansel) Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu), Betti Alisjahbana mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Betti meminta bantuan KPK untuk mendapatkan rekam jejak dari para calon anggota KPU-Bawaslu.

Data-data tersebut nantinya akan menjadi masukan bagi tim pansel dalam memilih anggota yang bersih. "Setelah mendapat data-data dari KPK, besok kami akan mulai wawancara anggota Bawaslu. Minggu depan anggota KPU. Kami ingin memilih anggota KPU dan Bawaslu yang berintegritas dan independen," ujar Betti Selasa (17/1/2017).

Selain KPK, tim pansel juga akan meminta bantuan kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dan Badan Intelijen Negara (BIN).

Dari 517 calon Komisioner KPU-Bawaslu, hanya 58 orang yang lolos ke seleksi tahap III. Hal itu diputuskan oleh Tim Pansel setelah memeriksa semua komponen dari tes tulis, tes kesehatan dan tes psikologi dari masing-masing calon.

Adapun rinciannya, dari 300 calon Komisioner KPU hanya 36 orang yang lolos ke seleksi tahap III. Sementara, calon Komisioner Bawaslu dari 217 orang hanya 22 orang yang lolos seleksi.

"Nah kami akan memilih dua kali lipat dari yang dibutuhkan. Oleh karena itu, untuk anggota KPU kami akan pilih 14, karena yang dibutuhkan 7, dan calon anggota Bawaslu kami akan pilih 10, karena yang dibutuhkan 5," kata Betti.

Sementara, terkait nama-nama calon komisioner yang sudah lolos, Betti tak mau menyebutkan satu persatu. Lihat saja di website Kemendagri‎.co.id. Di situ ada nama-namanya," Betti menerangkan.

Loading