TNI: Rakyat Aceh Tak Perlu Takut GAM

Gerakan Aceh Merdeka meminta masyarakat Serambi Mekah mengikuti aksi mogok dari 16-18 Januari 2002. Menurut TNI dan Polri, aksi mogok hanya merugikan rakyat Tanah Rencong.

Diterbitkan 14 Januari 2002, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Banda Aceh: TNI dan Polri di Nanggroe Aceh Darussalam meminta masyarakat tak terprovokasi dengan seruan mogok yang disampaikan Gerakan Aceh Merdeka. Alasannya, seruan mogok hanya merugikan rakyat Aceh. Demikian penegasan Kepala Polda Aceh Inspektur Jenderal Polisi Yusuf Manggabarani, baru-baru ini, di Aceh.

Permintaan serupa juga dilontarkan Komandan Resor Militer 012 Teuku Umar Kolonel Infanteri Endang Suwarya. Ia meminta masyarakat tak mengikuti seruan GAM untuk mogok. Menurut Endang, masyarakat tak perlu takut dengan ancaman GAM, sebab TNI pasti menjaga rakyat.

Sebelumnya, seruan mogok disampaikan oleh Panglima Perang GAM Teungku Abdullah Syafi`ie melalui Wakil Panglima GAM wilayah Pasee Abu Sofyan Daud. Aksi mogok bakal dilaksanakan mulai tanggal 16 hingga 18 Januari 2002 sebagai bentuk protes atas pelaksanaan operasi militer TNI yang menimbulkan korban rakyat sipil.

Ketika ditemui SCTV, masyarakat mengaku bingung dengan seruan GAM dan imbauan TNI/Polri. Sejumlah pengusaha angkutan dan pedagang hanya bisa menunggu perkembangan lebih lanjut. Mereka berharap, konflik di Aceh segera berakhir.(ULF/Mukhtarudin Yakub dan Ferry Effendi)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6