Sukses

Tradisi Suku Dayak Apokayan Mulai Menghilang

Liputan6.com, Samarinda: Sebuah suku yang berada di pedalaman Kalimantan Timur, tepatnya di Desa Pampang, kira-kira 40 kilometer dari Kota Samarinda, memiliki beberapa tradisi hidup yang unik. Suku yang bernama Dayak Apokayan ini juga masih agak terbelakang, terutama dalam bidang pendidikan. Kehidupan mereka pun terkesan terisolir dari lingkungan sekitarnya.

Keunikan masyarakat Suku Dayak Apokayan adalah, baik laki-laki maupun perempuan, memakai anting dan memiliki tato di kaki dan tangan. Menurut kepercayaan leluhur, anting menandakan perbedaan antara manusia dan binatang. Sementara, tato menandakan perbedaan derajat hidup. Menurut mereka, semakin banyak guratan tato di tubuh, semakin tinggi tingkat sosial di masyarakat. Namun, saat ini, tradisi memakai anting dan tato mulai ditinggalkan oleh generasi muda Suku Apokayan. Pasalnya, mereka merasa malu berada di tengah kemajuan zaman jika menerapkan tradisi tersebut.

Menurut P. Bayak, ketua adat Suku Apokayan di Desa Pampang, leluhur sukunya berasal dari Cina daratan yang kalah perang. Leluhur Suku Apokayan melarikan diri ke Jepang, Vietnam, dan daratan Kalimantan. Saat ini, Suku Apokayan memiliki populasi sekitar 15 ribu jiwa. Selain di Desa Pampang, sebagian masyarakatnya juga hidup di Kota Samarinda dan Kabupaten Malinau. Suku yang menjadi sub Suku Kenyah ini juga memiliki rumah panjang bernama Lamin. Rumah tersebut ditempati sekitar 50 hingga 60 kepala keluarga.(PIN/Polmart Aritonang)

    Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

    Tutup Video