Sukses

Top 3: Galaunya Saeni Si Pemilik Warteg Menanti Telepon Jokowi

Liputan6.com, Serang - Saeni (53), ibu pemilik warung makan (warteg) yang dirazia Satpol Pamong Praja (PP) Kota Serang, Banten lantaran kedapatan buka di siang hari menjadi buah bibir.

Prihatin karena dagangannya disita aparat, Presiden Joko Widodo atau Jokowi ikut memberikan bantuan.

Dua orang utusan Jokowi juga mengatakan kalau Senin ini mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan menelepon Saeni.

Hingga malam ini berita tersebut paling banyak menyedot perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal News, Senin (13/6/2016).

Berita lainnya yang tak kalah diburu adalah Ahok yang menjamin tidak ada tragedi 'Warteg  Saeni' dan cara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegur Satpol PP yang merazia warteg Saeni.

Berikut Top 3 News selengkapnya:

1. Saeni Pemilik Warteg Mengaku Akan Ditelepon Jokowi Hari Ini

Bhineka Tunggal Ika

Saeni (53), ibu pemilik warung makan (warteg) di Kota Serang, Banten mengaku mengalami sakit dan lemas setelah warteg miliknya dirazia Satpol PP.

"Kemarin sempat sakit, kaget Satpol PP mengangkut dagangan. Saya mikirin, nangis enggak berhenti-berhenti," ujar Saeni.

Tragedi Saeni yang menangis saat dirazia Satpol PP menyita perhatian sejumlah pejabat di tingkat pusat, termasuk Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Prihatin karena dagangannya disita aparat, Presiden Jokowi ikut memberikan bantuan.

"Besok (Senin 13 Juni 2016) Pak Jokowi bilangnya mau telepon, nanya apa utang sudah dibereskan belum ke bank keliling," kata Saeni saat ditemui di warung miliknya di Pasar Rau, Desa Cikepuh, Kota Serang, Banten, Minggu, 12 Juni 2016.

Saeni mengaku dirinya bersalah telah berjualan di siang hari saat bulan Ramadan. Namun, dia mengatakan telah berusaha agar warung makannya tak tampil mencolok.

Selengkapnya...

2. Ahok Jamin Tidak Ada 'Tragedi Warteg Saeni' di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama memberikan sambutan saat menghadiri acara buka puasa bersama Partai Nasdem, Jakarta, Kamis (9/8). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menyebut DKI tak akan meniru Serang yang membuat perda razia rumah makan selama Ramadan.

"Enggak ada razia, enggak ada perda," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Senin (13/6/2016).

Menurut Ahokrazia rumah makan selama puasa tidak tepat. Sebab, tidak semua warga beragama Islam dan tidak semua warga yang beragama Islam berpuasa karena alasan tertentu, misalnya sakit, manula, wanita haid, dan ibu menyusui.

"Saya mau tanya emangnya semua orang muslim puasa? Ini perempuan kalau lagi datang bulan puasa enggak? Lalu enggak bisa cari makanan? Justru gini lho, saya sekolah Islam, orang puasa kalau makan sama orang yang nahan yang tidak puasa, pahalanya double," ujar Ahok.

Selengkapnya...

3. Menteri Agama Tegur Cara Satpol PP Razia Warteg di Serang

Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin menggelar sidang isbat penentuan awal Ramadan, Minggu (5/6) sore. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegur cara Satpol PP merazia warteg tersebut. Menurut dia, aparat sebaiknya memakai cara persuasif daripada memakai cara yang berujung kontroversial.

Lukman mengingatkan umat Islam yang berpuasa maupun yang tidak puasa harus saling menjaga kerukunan. Guna menciptakan kerukunan, perlu toleransi antarumat beragama.

"Jadi tentu yang tidak berpuasa menghormati yang puasa. Yang berpuasa pun juga menghormati sesama saudaranya yang karena satu dan lain hal tidak sedang menjalani puasa. Jadi prinsipnya itu," menteri dari Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP) itu memaparkan.

Warteg Saeni terkena razia saat masakan baru saja selesai dimasak, pukul 12.30 WIB. Satpol PP yang datang langsung membungkus seluruh masakan dan membawanya pergi tanpa memberikan teguran atau peringatan terlebih dulu.

Selengkapnya...