Liputan6.com, Solo - Mengantar anak-anak berangkat dan pulang sekolah jadi kegiatan rutin Puger Mulyono warga Sondaan, Solo, Jawa Tengah. Ia adalah pendiri Rumah Singgah Lentera, rumah bagi anak-anak penderita HIV.
Anak-anak di tempat itu sepintas terlihat tak berbeda dengan anak-anak sebaya lainnya. Namun, 15 anak itu ternyata menyimpan virus yang hingga sekarang belum ada obatnya.
Dulu, anak-anak ini telantar begitu saja. Ditolak keluarga dan dibuang lingkungannya.
Advertisement
"Ada yang dibuang di hutan, ada yang sampai di kandang ayam," kenang Puger.
Baca Juga
- VIDEO: WNI Tewas di Sydney Pernah Jadi Jurnalis di Australia
- Instagram Miming Listyani, WNI Tewas di Sydney Banjir Ucapan Duka
- 44 PSK Pengidap HIV/AIDS di Tangerang Lepas dari Pengawasan
Â
Akhirnya, pada tahun 2012 Puger dan dua rekannya, Yunus dan Kefas Lumatefa, mendirikan rumah singgah bernama Lentera. Upaya yang tak mudah karena mereka ditolak di mana-mana.
Puger bersama Rumah Lentera sekarang mendampingi dan merawat 98 anak terinfeksi HIV/AIDSÂ yang tetap tinggal di rumah keluarga mereka. Bagi anak-anak ini, rumah singgah yang sesungguhnya sederhana ini, seakan surga.
Harapan Puger tidak muluk. Anak-anak Rumah Lentera punya kesempatan hidup sama seperti anak-anak lain.
"Saya pun berharap, mereka ke depan bisa sampai ke cita-citanya. Mereka mendapatkan hak-haknya. Mereka bisa hidup di masyarakat sampai dewasa," tutup Puger.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1198181/original/029109800_1460272927-Puger-Mulyono.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5029618/original/005685500_1732948772-ciri-hiv-aids-pada-wanita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3649936/original/069178000_1638368537-20211201-AIDS-1.jpg)