Kapolda Tito: 10 WNI Hendak ke Suriah, Tanda Radikalisme Eksis

10 Orang asal Kota Tangerang (Banten) dan Singkawang (Kalbar) itu ditangkap Polres Bandara Soekarno Hatta dan Densus 88 Polri.

Diterbitkan 16 Maret 2016, 01:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian angkat bicara soal 10 warga Indonesia yang diamankan Polres Bandara Soekarno Hatta saat hendak terbang ke Suriah. Mereka diduga berencana bergabung dengan kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Mereka kan mau berangkat ke Suriah, ini menunjukkan radikalisme masih ada. Jaringan masih ada dan memiliki koneksi internasional dengan yang ada di Suriah," kata Tito di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (15/3/2016).

Saat ini para WNI tersebut diamankan oleh Densus 88 Antiteror Polri. Dia menuturkan pentingnya sinergitas antara Polri dengan instansi penegak hukum lainnya, seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Dirjen Imigrasi, TNI Angkatan Darat bahkan kerja sama internasional diperlukan untuk menangani hal semacam ini.

"Sehingga selain perlu penanganan lokal, perlu ada kerja sama antara BNPT, Polri, Imigrasi, TNI AD. Perlu juga kerja sama internasional," jelas Tito.

10 Orang asal Kota Tangerang (Banten) dan Singkawang (Kalimantan Barat) itu ditangkap Polres Bandara Soekarno Hatta dan Densus 88 Polri. Mereka diduga akan berangkat ke Suriah bergabung bersama kelompok ISIS.

 

Baca Juga

  • Diduga Akan Gabung ISIS di Suriah, 10 Orang Ditangkap di Soetta
  • 4 WNI Dideportasi Singapura Saat Hendak ke Suriah
  • Cegah Teror, WNI yang Terlibat Terorisme di Suriah Dicekal

Kapolres Bandara Soekarno Hatta Ajun Komisaris Besar Roycke Harry Langie mengatakan, 10 penumpang tersebut ditangkap sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka berencana pergi ke Suriah dengan rute Bangkok, Thailand pada pukul 14.00 WIB.

"Ya betul. Mereka rencana mau melakukan perjalanan dengan Air Asia QZ 256, dari Jakarga ke Donmuang, Bangkok," kata Roycke di Tangerang, Banten, Minggu 13 Maret lalu.

Dari 10 orang tersebut, 5 di antaranya berasal dari Tangerang, yakni sepasang suami istri Opik-Siti Nuraeni dan 3 anaknya Hauzah Tsabitah Zulfikar, Muhammad Syahdan Al Asqalani, dan Muhammad Syam.

Keluarga Opik tinggal di Jalan KH Hasyim Gang Pentil II no 4 RT 06 RW 13, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Tangerang, Tangerang Kota, Banten.

Sementara, 5 orang lainnya juga masih 1 keluarga, yang berasal dari Singkawang, Kalimantan Barat. Mereka adalah sepasang suami istri Rosnazizi Khairoman Muksin-Safitri Arfan Umran. Lalu anak mereka Murdifin, Aqila Zahidah, dan Adiyat Zofir Rosnazizi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6