Sukses

Da`i Bachtiar Kapolri Baru

Liputan6.com, Jakarta: Presiden Megawati Sukarnoputri, Kamis (29/11) petang, melantik Komisaris Jenderal Polisi Da`i Bachtiar sebagai Kepala Kepolisian RI. Da`i menggantikan Jenderal Polisi Surojo Bimantoro yang memasuki masa pensiun. Upacara tersebut diawali pembacaan keputusan No. 84/Polri/2001 tentang pemberhentian dengan hormat Jenderal Pol. Surojo Bimantoro dan pengangkatan Jenderal Pol. Da`i Bachtiar sebagai Kapolri oleh Sekretaris Militer Kepresidenan T.B. Hasanuddin. Selanjutnya, Presiden mengambil sumpah pejabat Kapolri baru.

Dari pemantauan SCTV, Panglima TNI Laksamana Widodo A.S, Kepala Staf TNI AD Jenderal Endriatono Sutarto, Kepala Staf TNI AU Marsekal Hanafie Asnan, Kepala Staf TNI AL Laksamana Indroko Sastrowiryono hadir dalam acara tersebut. Selain itu, hadir pula Wapres Hamzah Haz, Taufik Kiemas, Ketua DPR Akbar Tandjung, Wakil Ketua Mahkamah Agung M. Taufik, menteri Kabinet Gotong Royong, dan anggota DPR/MPR.

Pengangkatan Da`i sebagai Kapolri tampaknya mengakhiri sejumlah polemik yang belakangan ini muncul. Seusai pelantikan, Da`i menyempatkan diri menyampaikan program-programnya. Di antara program itu adalah konsolidasi dalam tubuh Polri sebagai tindak lanjut dari hal yang disampaikan Da`i kepada DPR saat rapat gabungan dengan Komisi I dan II.

Yang menarik dalam pelantikan Da`i adalah keberadaan namanya yang tak pernah disebut dalam daftar pemilihan jabatan tertinggi dalam Polri itu. Pasalnya, selama ini pria kelahiran Kota Indramayu, Jawa Barat, 51 tahun silam itu dikenal dengan pembawaan yang tenang dan disiplin. Kendati begitu, pemilik sembilan tanda jasa ini telah teruji saat memimpin sejumlah jabatan strategis. Terhitung sejak menjabat Kepala Kepolisian Kota Besar Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, pada 1993-1995, bintang Da`i mulai bersinar. Kemudian, kakek dari lima cucu ini juga sempat menjabat sebagai Staf Ahli Kapolri untuk selanjutnya menjabat Kepala Dinas Penerangan Polri pada 1998.

Da`i juga sempat menjabat posisi bergengsi, yaitu saat ia dipercaya sebagai Komandan Korps Serse Polri. Di posisi itu, Da`i dibebankan sejumlah tugas berat, seperti kasus dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia. Bahkan, yang disebut terakhir ini sempat menjadi pertanyaan sejumlah anggota DPR saat berdialog dengan Da`i sebelum pelantikan. Maklumlah, Da`i dituding tak mampu menyeret sejumlah nama yang diduga menyelewengkan dana BLBI.

Setelah itu, Da`i menjabat sebagai Komandan Korps Reserse. Bersamaan dengan itu, Da`i juga diserahi jabatan sebagai Ketua Pelaksana Harian Badan Koordinasi Narkotika Nasional (BKNN). Selanjutnya, ia pun dipercaya memimpin pucuk tertinggi di tubuh Polri. Pengangkatan ini membuat Da`i harus segera pindah rumah dari kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, ke rumah dinas Kapolri di Jalan Tirtayasa, Jaksel. Selamat bertugas!(SID/Tim Liputan 6 SCTV)