Sukses

Luhut Minta Anggota MKD Tak Mengarahkannya soal Papa Minta Saham

Liputan6.com, Jakarta - Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan memberikan kesaksian dalam sidang 'Papa Minta Saham' di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

Dalam sidang, Luhut meminta anggota MKD tidak memaksanya bersikap menanggapi namanya dicatut 66 kali dalam rekaman pembicaraan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha M Riza Chalid, dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin mengenai perpanjangan kontrak Freeport.

Adalah anggota MKD dari Fraksi Partai Nasdem ‎Akbar Faizal yang bertanya terhadap Luhut terkait namanya disebut hingga 66 kali dalam rekaman.

"Sudahkah Anda mendengar rekamannya? Apakah saudara merasa tersinggung nama Anda disebut oleh teman Anda sebanyak 66 kali?" tanya Akbar dalam sidang MKD di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (14/12/2015).

"Saya tidak punya banyak waktu, saya mendengarnya sepotong-sepotong dan staf saya yang mendengarkan semuanya. Saya sudah di-briefing soal ini," jawab Luhut.


Akbar pun kembali ber‎tanya soal 66 kali namanya disebut dalam rekaman tersebut. "Ada 66 kali nama Anda disebutkan, itu mau tidak mau itu terganggu. Menurut saudara, kenapa saudara Novanto, dan Riza Chalidsn demikian sering menyebut saudara, seakan-akan ini sudah dikomunikasikan dengan Anda?" tanya Akbar kemudian.

"Yang Mulia tanyakan kepada yang bersangkutan. Saya sudah jelaskan sikap saya," jawab Luhut.

Namun, jawaban Luhut tersebut tidak membuat Akbar puas. Ia pun kembali menanyakan hal serupa.‎ "Ini teman Anda seperti menjual nama saudara dengan menyebut nama Anda, apakah Novanto dan Riza Chalid menjual nama Anda?" tanya Akbar lagi.

"Saya nanti lihat, saya tunggu hasil sidang MKD. Saya tidak mau mengadili orang. Tolong jangan mengarahkan saya untuk bersikap. Nanti saya bersikap, tapi tunggu hasil keputusan para Yang Mulia di MKD,"‎ tegas Luhut.

Di sela-sela tanya jawab Akbar dan Luhut, Wakil Ketua MKD ‎dari Fraksi PDIP Junimart Girsang pun meminta Akbar Faizal tidak terus mengarahkan Luhut untuk menyatakan sikapnya.

"Saudara Akbar tidak perlu mengarahkan orang," imbau Junimart.

Mendengar hal tersebut, Akbar kemudian menanyakan hal lainnya kepada Luhut Pandjaitan. "Saya hanya ingin mengetahui saja," tandas Akbar.‎