Sukses

Bertemu Bupati Purwakarta, Ahok Ingin Beli Lahan Mata Air

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menggelar pertemuan dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Dalam pertemuan ini, keduanya membahas eskosistem sumber air bersih di kawasan Waduk Jatiluhur.

Dedi mengatakan, pihaknya butuh dukungan dari Pemprov DKI untuk menjaga wilayah sumber air besih di sekitar Jatiluhur. Kualitas air Jatiluhur yang baik tentu berpengaruh dengan kualitas air yang diterima Jakarta.

"Purwakarta memerlukan kerja sama dengan Pemprov DKI untuk menyelamatkan beberapa areal sumber air bersih guna kepentingan masyarakat juga menyelamatkan kawasan-kawasan hutan, baik hutan produksi maupun hutan milik masyarakat," jelas Dedi di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/11/2015).

"Sehingga Jakarta mendapat suplai air bersih dari Purwakarta dan Jakarta juga punya hutan-hutan di Purwakarta, baik yang dikelola oleh masyarakat, maupun yang dikelola oleh pemda DKI," imbuh Dedi.

Niat Ahok Membeli Lahan

Ahok tampaknya begitu bersemangat mendengar tawaran ini. Dia bahkan ingin membeli wilayah mata air yang akan masuk ke Jatiluhur. "Kita mau beli mata-mata air yang akan masuk ke Jatiluhur supaya itu terjaga kelestariannya," kata Ahok.

Selain itu, budaya yang dibangun di tengah masyarakat sekitar hutan juga sangat baik. Anak-anak sepulang sekolah diberi tugas untuk memelihara kambing sambil mengambil kayu bakar.

Ahok berniat membeli lahan agar menjadi satu wilayah pengembalaan bagi masyarakat di sekitar lokasi hutan. Sehingga anak-anak dapat mengembangkan usaha peternakan mereka.

"Kita akan minta Dharma Jaya. Kita ingin sekali kalau bisa kerja sama ada lahan yang dibuat pengembalaan, anak sekolah yang gembalain kambing atau sapinya. Ini bentuk usaha yang baik. Sehingga anak-anak di sana tidak berpikir kerja di pabrik saja dia jadi pengusaha ternak," lanjut Ahok.

Menjaga Sumber Air

Agar dapat terwujud, dia akan melaporkan niatnya kepada DPRD DKI Jakarta agar bisa dianggarkan. "Kita enggak perlu tanam, kita beli aja langsung dari masyarakat daripada ditebang, ngabisin duit, lebih baik kita jaga agar seluruh lingkungan Jatiluhur itu bisa terjaga sumber airnya," ujar Ahok.

Langkah ini menurut dia juga akan sinergi dengan rencana untuk menambah pipa air yang baru.

"Jakarta kan mau pasang pipa lagi, ada pipa baru kalau airnya enggak ada gimana? Enggak ada guna kan. Lebih baik kita bantu," pungkas Ahok.

Dedi sendiri menyambut baik rencana itu, karena selama ini kebocoran air DKI mencapai 40% lantaran tidak ada pipa langsung yang mengalirkan air. Bila pipa disambung, kebocoran bisa ditekan hingga tinggal 5%.

"Sekarang 19 kubik per detik. Harus pakai pipa langsung agar tidak terjadi kebocoran. Selain itu, masyarakat Purwakarta merasa bangga mengirim air ke DKI karena lingkungannya terjaga dan teramankan melalui kerja sama pengelolaan kehutanan sumber air peternakan, pendidikan yang berkarakter dan aspek-aspek lain yang secara kultural membangun spirit yang besar antara Jakarta dan Purwakarta," tutup Dedi. (Ado/Mut)