Sukses

Musik Gamelan Warnai Perayaan Jumat Agung

Liputan6.com, Tegal - Umat katolik di Jakarta antusias mengikuti ibadah Jumat Agung di Gereja Katedral, Gambir, Jakarta Pusat. Dalam satu kali ibadah di gereja ini, sedikitnya ada 5.000 jemaat hadir.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Jumat (3/4/2015), dengan cermat warga jemaat menyaksikan Tablo atau visualisasi proses Tuhan Yesus memikul salib dicambuk, diberi mahkota duri, hingga mati di kayu salib. Proses Tablo di Bukit Golgota sebagai harga yang harus dibayar untuk menebus dosa umat manusia meski Tuhan Yesus tidak pernah berbuat kesalahan.

Tak jauh dari Gereja Katedral, seusai ibadah Jumat Agung dengan bahasa pengantar bahasa Indonesia, Gereja Imanuel Pejambon juga menggelar kebaktian dengan bahasa pengantar bahasa Belanda.

Gereja Imanuel merupakan peninggalan penjajah Belanda yang sudah berumur 175 tahun. Biasanya staf Kedutaan Belanda ikut kebaktian berbahasa Belanda.

Di Tegal, Jawa Tengah, ratusan umat katolik Gereja Santo Yosef Mejasem memperingati Jumat Agung juga dengan menggelar drama jalan salib untuk mengenang sengsara Yesus.

Yang berbeda kali ini, prosesi jalan salib bernuansa tradisi Jawa diiringi musik gamelan dengan maksud melestarikan warisan budaya lokal dan mengajak jemaat untuk mencintai musik gamelan.

Jemaat dengan penuh perhatian mengikuti prosesi jalan salib yang kostum sebagian pemainnya juga bernuansa pakaian adat Jawa Tengah. Romo Gereja Santo Yosef mengajak jemaat untuk mengikuti teladan Yesus tidak melulu memikirkan diri sendiri tapi juga bermanfaat bagi orang lain.

Ratusan umat katolik juga memadati tempat peribadatan Roncali, Salatiga, Jawa Tengah untuk memperingati Jumat Agung. Aksi teaterikal jalan salib diikuti jemaat dengan antusias sengsara Yesus yang diawali dengan proses penangkapan oleh pasukan Romawi hingga penyalibannya diikuti antusias oleh umat katolik yang berasal dari berbagai gereja di Salatiga. (Vra)