Sukses

Ahok: Tak Puas Dirotasi, Jangan Marah dan Mengancam

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok melakukan perombakan besar-besaran di jajaran Pemprov DKI Jakarta. Perombakan itu untuk mendapatkan hasil yang terbaik di jajarannya.

"Intinya itu kita ingin dapatkan yang terbaik dari yang terbaik. Jadi tidak ada lagi kalau sudah eselon II itu aman, padahal stafnya nunggu dia pensiun baru bisa naik. Nah yang kerja setengah mati itu stafnya. Kalau dia lebih baik, kenapa nggak kasih kesempatan untuk yang terbaik?" ujar Ahok di Lapangan Monas, Jumat (2/1/2015).

Ahok akan mengevaluasi kerja anak buahnya per 3 bulan. Kalau dalam waktu tersebut, tidak bekerja maksimal, maka akan diganti.

"Pak Wagub blusukan, saya juga blusukan. Kita lihat kalau suatu wilayah kelurahan nggak beres, salah siapa. Kalau ada anak meninggal, salah siapa. Kalau ada PKL yang kita tata salah siapa, kita akan cari tahu. Mulai hari ini kita latih PNS DKI dalam sistem yang baru. Kalau atasannya nggak benar, lapor kepada kami. Nggak boleh diam. Tidak ada batas waktu. Mungkin tiap 3 bulan ada pelantikan-pelantikan, ganti yang kerjanya nggak benar," terang dia.

Ahok mengatakan, pelayanan kepada masyarakat akan diutamakan, terutama penataan PKL, lalu lintas, dan hunian. "Nanti akan kita survei, jadi bisa ketahuan orang Jakarta masih belum puas di sektor yang mana. Kita sangat yakin ini yang diharapkan Presiden Jokowi. Ini yang dinamakan revolusi mental.

Dia menegaskan, untuk yang tidak puas akan pergantian sebaiknya jangan marah dan mengancam. Dia tak takut bila ada pihak-pihak yang mendemonya.

"Saya sudah sampaikan ke mereka, kalau Anda nggak puas jangan marah, jangan mengancam. Saya juga lagi marah. Jadi sama-sama lagi marah," kata dia.

Ahok menegaskan, mereka yang dirotasi bisa kembali menempati posisinya atau bahkan lebih tinggi. "Bisa, bisa, namanya juga seperti main ular tangga," ucap Ahok.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mendukung langkah Ahok melakukan rotasi besar-besaran tersebut.

"Saya support karena banyak sekali pengangguran di DKI di 6 wilayah kota sampai Pulau Seribu. Ada juga yang ngantor di pulau, nongkrongnya di kota. Dengan revolusi mental ini kita support baik di kalangan PNS," kata dia. (Mvi/Yus)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.