Liputan6.com, Pekanbaru - Sepanjang tahun 2014, sekitar 150 anak di bawah umur di Provinsi Riau menjadi korban pelecehan dan kekerasan seksual. Paling banyak terjadi di Pekanbaru, di mana pelakunya didominasi oleh orang terdekat dari korban.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo menjelaskan, usia anak yang menjadi korban bervariasi. Paling kecil masih berumur 4 tahun dan paling tinggi berumur sekitar 17 tahun.
Menurut Guntur, kasus pelecehan seksual anak di bawah umur terjadi di setiap kabupaten atau kota di Bumi Lancang Kuning. Di mana Kabupaten Bengkalis dan Kepulauan Meranti paling sedikit menerima laporan kasus tersebut.
"Di Kota Pekanbaru, Polda Riau melalui jajaran di Polresta Pekanbaru menerima 50 laporan. Korbannya 50 orang dan tersangkanya adalah 51 oranng," kata Guntur, Rabu (24/12/2014).
Secara keseluruhan, tambah Guntur, ada sekitar 148 laporan kasus pelecehan anak yang diterima Polda Riau melalui jajaran di polres dan polsek. Jumlah itu bukan gambaran kasus pelecehan anak karena masih ada yang belum membuat laporan.
"Dengan demikian, orangtua yang anaknya menjadi korban pelecehan seksual agar melapor ke polisi setempat. Semuanya akan ditangani oleh penyidik, karena kasus pelecehan menjadi perhatian," jelas Guntur.
Setelah Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar menjadi wilayah hukum kedua yang mendominasi kasus pelecehan anak. Di sana, Polres Kampar menerima 21 laporan dengan 21 korban.
"Kemudian ada Polres Pelalawan yang menerima 15 laporan dengan 15 korban. Dari angka itu, penyidik sudah menetapkan 16 tersangka dan sudah diproses secara hukum," ungkap Guntur.
Untuk Polres Dumai, Polda Riau mencacat ada 12 laporan dengan 12 korban. Di Polres Rokan Hilir, penyidik juga menerima laporan dengan jumlah yang sama. Kemudian Polres Indragiri Hilir ada 11 laporan dengan korban 11 anak dan 4 tersangka yang berhasil diungkap.
"Dari setiap laporan, ada tersangka yang tak terungkap. Dari semua laporan yang ada, 100 lebih tersangka telah berhasil diamankan. Sisanya ditetapkan menjadi daftar pencarian orang (DPO)," ungkap Guntur.
Diterangkan Guntur, pelaku pelecehan seksual selalu saja orang terdekat korban. Ada ayah kandung, paman, tetangga dan pacar korban. Setiap korban ada yang dilecehkan hingga berulang kali.
"Dengan demikian, orangtua harus menjaga anaknya dengan baik. Ikuti perkembangan anak dan perubahan tingkah lakunya. Waspadai setiap pergaulan anak," imbau Guntur. (Ans)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373717/original/089421500_1791973478-Cek_fakta_Bank_Mandiri_--.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291533/original/094652600_1783567822-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-09T102907.971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9388160/original/000171000_1793603790-HOAX__54_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9320072/original/053154100_1786333844-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-10T104516.679.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/665035/original/ilustrasi_kekerasan_terhadap_anak_100805161951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1372363/original/094665200_1476326529-pekanbaru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9380646/original/088609200_1792728996-IMG-20261023-WA0002.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9376253/original/093882600_1792319881-1000723279.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1032039/original/064525700_1445755757-Tempat_parkir_pesawat_yang_lengang_karena_tak_ada_penerbangan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9366350/original/052887000_1791263704-1000738908.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9338791/original/023401800_1788342186-WhatsApp_Image_2026-09-02_at_16.33.54.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336127/original/023645400_1788138448-WhatsApp_Image_2026-08-31_at_8.05.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331444/original/055906700_1787543998-IMG-20260824-WA0035.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292620/original/016537500_1783636619-Foto_4.jpeg)