Liputan6.com, Pontianak: Akhir-akhir ini, wilayah perbatasan Kalimantan Barat dan Timur dengan Malaysia semakin rawan dari berbagai tindakan pencurian hasil hutan dan pelanggaran kedaulatan negara. Karena itu, Komando Daerah Militer VI Tanjungpura melipatgandakan jumlah pasukan penjaga perbatasan dengan dukungan helikopter. Hal tersebut dikemukakan Panglima Kodam VI Tanjungpura Mayor Jenderal TNI Joko Besariman di Pontianak, baru-baru ini.
Menurut Joko, tindakan kriminal tersebut kerap terjadi di daerah perbatasan Kalbar dan Kaltim dengan Malaysia yang membentang sepanjang kurang lebih 2.000 kilometer. Bahkan belakangan, tambah Joko, banyak patok tapal batas hilang dan bergeser sejauh puluhan kilometer ke dalam wilayah Indonesia.
Joko menduga, hilangnnya patok tapal batas tersebut adalah perbuatan para pencuri kayu dari Malaysia yang sering beroperasi di daerah perbatasan. Karena itu, Kodam VI Tanjungpura akan menambah kekuatan pasukan penjaga perbatasan dari dua kompi menjadi empat kompi untuk tiap provinsi. Pangdam juga telah mengusulkan kepada Markas Besar TNI agar segera mengirimkan beberapa buah helikopter untuk mendukung tugas patroli.
Saat ini, beberapa titik rawan yang kini mendapat pengawasan khusus Kodam Tanjungpura adalah Entikong dan Jagoi Babang di Kalbar serta Nunukan di Kaltim. Ditambahkan Joko, Kodam Tanjungpura bakal mengadakan pertemuan dengan pimpinan militer di Malaysia. Tujuannya, jelas Joko, untuk mencari solusi bagi masalah perbatasan tersebut sehingga tidak berkembang menjadi perpecahan antar negara.(TNA/Amien Alkadrie dan Syarif Eedy)
Menurut Joko, tindakan kriminal tersebut kerap terjadi di daerah perbatasan Kalbar dan Kaltim dengan Malaysia yang membentang sepanjang kurang lebih 2.000 kilometer. Bahkan belakangan, tambah Joko, banyak patok tapal batas hilang dan bergeser sejauh puluhan kilometer ke dalam wilayah Indonesia.
Joko menduga, hilangnnya patok tapal batas tersebut adalah perbuatan para pencuri kayu dari Malaysia yang sering beroperasi di daerah perbatasan. Karena itu, Kodam VI Tanjungpura akan menambah kekuatan pasukan penjaga perbatasan dari dua kompi menjadi empat kompi untuk tiap provinsi. Pangdam juga telah mengusulkan kepada Markas Besar TNI agar segera mengirimkan beberapa buah helikopter untuk mendukung tugas patroli.
Saat ini, beberapa titik rawan yang kini mendapat pengawasan khusus Kodam Tanjungpura adalah Entikong dan Jagoi Babang di Kalbar serta Nunukan di Kaltim. Ditambahkan Joko, Kodam Tanjungpura bakal mengadakan pertemuan dengan pimpinan militer di Malaysia. Tujuannya, jelas Joko, untuk mencari solusi bagi masalah perbatasan tersebut sehingga tidak berkembang menjadi perpecahan antar negara.(TNA/Amien Alkadrie dan Syarif Eedy)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552691/original/021118100_1775819655-Dedi_Mulyadi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333506/original/017979900_1787792443-ev9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9336533/original/011425200_1788164909-cek_fakta_pppk_kemenag.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/341657/original/batas.jpg)