Sukses

Cerita Keluarga Mendagri Tjahjo Kumolo

Liputan6.com, Jakarta - Dalam acara tatap temu dengan staf Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Mendagri Tjahjo Kumolo menceritakan tentang istri dan 3 anaknya. Tjahjo menuturkan, sang istri merupakan dokter yang mengabdi di salah satu rumah sakit pemerintahan tanpa posisi dan jabatan apapun.

"Istri saya cuma satu, PNS yang jabatannya sudah mentok. Karena suaminya oposisi terus," ujar Tjahjo saat berpidato di depan para stafnya, di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Selain itu, Tjahjo juga menceritakan 3 anaknya. Menurut dia, anaknya yang pertama mengikuti ibunya menjadi seorang dokter. Sedangkan anaknya yang kedua merupakan seorang artis sinetron.

"Anak saya kedua artis sinetron, sama kayak suaminya. Nanti tahu sendiri siapa, tidak perlu saya kenalkan," jelas Tjahjo yang kemudian disambut meriah oleh para stafnya.

Selain itu, Tjahjo pun bercerita, anaknya yang ketiga pernah ditawari masuk ke Garuda Indonesia, setelah Jokowi terpilih menjadi presiden. "Anak saya ketiga, sekarang kerja di Lion Air jadi Pilot, ngelamar di Garuda ditolak. Tapi pas Jokowi jadi Presiden saya ditelepon oleh Dirut-nya, minta anaknya masuk. Saya tolak, kan sudah tidak diterima," tutur politisi senior PDIP itu.

Untuk diketahui, pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 1 Desember 1957 itu sudah menjadi Sekjen PDI Perjuangan periode 2010-2015. Tjahjo adalah putera dari Bambang Soebandiono (Alm 1986), seorang Veteran Perjuangan Kemerdekaan TNI NPV: A.57390, Pangkat terakhir Letnan Satu) dan Ibu Toeti Slemoon (Alm. 2004).

Tjahjo kuliah di Fakultas Hukum Universitas Dipenogoro, hingga meraih gelar sarjana hukum tahun 1985. Saat menjadi mahasiswa, Tjahjo sudah aktif berorganisasi. Tahun 1983-1985, dia sudah menjabat Ketua Biro Organisasi KNPI Dati I Jawa Tengah dan kemudian terpilih menjadi Ketua DPD KNPI Dati I Jawa Tengah (1985-1988) dan Sekretaris Jenderal KNPI Dati I Jawa Tengah (1987-1990).

Kiprahnya secara nasional dimulai ketika Tjahjo terpilih menjadi Anggota Komisi II, III dan Anggota BKSAP DPR RI (1987, 1992) dan Ketua Umum DPP KNPI (1990-1993). Dia juga aktif sebagai Ketua PP PPM (1989-1993), Dewan Pertimbangan PP PPM (1993-1997) dan Wantim PP FKPPI (1990-1997).

Selepas menjabat Ketua Umum DPP KNPI, Tjahyo menjadi Anggota Penasehat MPI/KNPI (1993-1996). Dia juga sempat mengikuti pendidikan di Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas) di Jakarta, 1994.

Tahun 1999, Tjahjo terpilih menjadi Anggota DPR dari PDIP (1999-2004), dia dipercaya sebagai Wakil Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI (1999-2002) dan Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI (2002-2003).

Kemudian, Pemilu 2004 dia terpilih lagi menjadi Anggota DPR dari PDI-P, dia bertugas di Komisi XI dan Anggota BKSAP DPR RI (2004-2008) serta Wakil Ketua Tim Lumpur Sidoarjo DPR-RI (2006-2007). Bahkan menjabat Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI (2004-2009).

Pada Pemilu 2009, terpilih kembali menjadi Anggota DPR (2009-2014) dan bertugas sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR-RI (2009-2014) sekaligus sebagai Anggota Komisi I dan Koordinator GKSB Indonesia-Jepang (2009-2010).

Dalam struktur organisasi, Tjahjo menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPP PDI Perjuangan (2005-2009) dan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Politik-Pemenangan Pemilu (2005-2010). Menjelang Kongres III PDI Perjuangan (2010), Tjahjo pun kembali dipercaya menjadi Ketua OC. Pada Kongres III ini, Tjahjo Kumolo pun dipilih Ketua Umum terpilih, Megawati Soekarnoputri, menjabat Sekjen PDI Perjuangan (2010-2015).

Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

Tutup Video