Liputan6.com, Jakarta - Mengalami penyusutan lingkaran pertemanan sering kali dianggap menyedihkan, padahal ciri orang yang nyaman kehilangan banyak teman saat dewasa justru bisa menjadi tanda kematangan mental yang positif. Fase ini merupakan bentuk seleksi alami di mana seseorang mulai memprioritaskan kedamaian batin dan kualitas hidup dibandingkan sekadar mempertahankan popularitas semu.
Perubahan prioritas hidup seiring bertambahnya usia membuat interaksi sosial menjadi lebih terbatas namun jauh lebih bermakna dan mendalam. Melansir dari penelitian di Stanford Center on Longevity, kebahagiaan di usia matang memang lebih dipengaruhi oleh kedalaman sebuah hubungan emosional, bukan seberapa banyak jumlah teman yang dimiliki dalam daftar kontak.
Berikut ciri orang yang nyaman kehilangan banyak teman saat dewasa dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (22/10/2026).
Advertisement
1. Lebih Mengutamakan Kualitas daripada Kuantitas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379464/original/029103500_1792633184-1.jpg)
Orang yang nyaman dengan kondisi ini menyadari bahwa energi sosial manusia memiliki batas, sehingga mereka memilih menginvestasikannya hanya pada orang-orang terpilih. Mereka tidak lagi merasa perlu mengumpulkan banyak kenalan hanya untuk terlihat "gaul" atau eksis, melainkan fokus merawat hubungan dengan segelintir sahabat yang benar-benar tulus.
Melansir dari teori Socioemotional Selectivity yang dikemukakan oleh Laura Carstensen, profesor psikologi dari Stanford University, seiring bertambahnya usia, manusia secara alami memangkas jaringan sosial mereka. Hal ini dilakukan untuk memaksimalkan pengalaman emosional positif dan menghindari interaksi yang dangkal atau menguras energi.
Advertisement
2. Menemukan Kebahagiaan dalam "Joy of Missing Out" (JOMO)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379465/original/032353700_1792633184-2.jpg)
Berbeda dengan remaja yang sering takut tertinggal tren (Fear of Missing Out atau FOMO), orang dewasa yang matang justru menikmati ketidakhadiran mereka di keramaian atau JOMO. Ciri orang yang nyaman kehilangan banyak teman saat dewasa terlihat dari ketenangan mereka saat memilih menghabiskan waktu di rumah daripada memaksakan diri hadir di acara sosial yang tidak mereka nikmati.
Mereka tidak lagi merasa cemas atau insecure ketika melihat unggahan teman-teman yang sedang berkumpul tanpanya di media sosial. Bagi mereka, waktu tenang untuk beristirahat atau menekuni hobi sendirian jauh lebih berharga daripada validasi sosial yang bersifat sementara.
3. Memiliki Batasan Diri (Boundaries) yang Tegas dan Sehat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379466/original/035518200_1792633184-3.jpg)
Salah satu alasan utama berkurangnya teman adalah keberanian untuk menetapkan batasan yang tegas terhadap perilaku orang lain. Mereka tidak ragu untuk menjauh dari teman yang manipulatif, toxic, atau hanya datang saat membutuhkan bantuan, tanpa merasa bersalah sedikitpun.
Sebuah studi dalam Journal of Social and Personal Relationships (2020) menyebutkan bahwa kemampuan menetapkan batasan adalah indikator kesejahteraan psikologis yang tinggi. Orang tipe ini lebih memilih kehilangan teman daripada harus mengorbankan harga diri dan kesehatan mental mereka demi menyenangkan orang lain.
Advertisement
4. Tidak Lagi Membutuhkan Validasi Eksternal
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379467/original/039342200_1792633184-4.jpg)
Ciri orang yang nyaman kehilangan banyak teman saat dewasa berikutnya adalah hilangnya ketergantungan terhadap pengakuan orang lain. Rasa percaya diri dan harga diri mereka tumbuh dari pencapaian pribadi, karier, dan keharmonisan keluarga, bukan dari berapa banyak orang yang menyukai mereka.
Ketika seseorang sudah "selesai" dengan dirinya sendiri, mereka tidak lagi mencari tepuk tangan dari penonton. Mereka memahami bahwa nilai diri mereka tidak berkurang sedikitpun meskipun jumlah teman yang mengucapkan selamat ulang tahun di media sosial menurun drastis.
5. Menghindari Drama dan Konflik yang Tidak Perlu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379468/original/043143400_1792633184-5.jpg)
Seiring kedewasaan, toleransi terhadap drama pertemanan yang berbelit-belit menjadi sangat rendah. Mereka cenderung menarik diri dari lingkungan pertemanan yang isinya hanya membicarakan keburukan orang lain, penuh intrik, atau konflik yang tidak produktif.
Melansir dari Psychology Today, individu yang matang secara emosional cenderung mencari stabilitas dan kedamaian (peace of mind). Mereka dengan sadar "memfilter" teman-teman yang hobi membuat drama karena dianggap mengganggu fokus mereka dalam membangun masa depan yang stabil.
Advertisement
6. Nyaman dengan Kesendirian (Solitude)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379469/original/047720600_1792633184-HL.jpg)
Mereka mampu membedakan antara kesepian (loneliness) yang menyakitkan dengan kesendirian (solitude) yang memberdayakan. Orang-orang ini bisa pergi ke bioskop, makan di restoran, atau bepergian sendiri dengan perasaan gembira dan percaya diri tanpa merasa dikucilkan.
Kemandirian emosional ini membuat mereka tidak "mengemis" perhatian atau kehadiran teman. Justru, momen kesendirian digunakan sebagai waktu emas untuk refleksi diri, beribadah, atau mengembangkan skill baru yang menunjang kehidupan mereka.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Ciri Orang yang Nyaman Kehilangan Banyak Teman Saat Dewasa
1. Apakah wajar jika teman semakin sedikit saat kita dewasa?
Sangat wajar. Fenomena ini adalah bagian dari perkembangan psikososial alami di mana prioritas beralih dari pergaulan luas menuju fokus pada karier, keluarga, dan kesehatan mental.
2. Apa bedanya selektif memilih teman dengan sombong?
Selektif berarti memilih lingkungan yang mendukung pertumbuhan positif demi kesehatan mental, sedangkan sombong adalah merasa lebih baik dari orang lain dan merendahkan mereka.
3. Bagaimana cara mengatasi rasa takut kehilangan teman?
Fokuslah pada pengembangan diri dan sadari bahwa orang datang dan pergi sesuai fungsinya dalam fase hidup kita. Ubah pola pikir dari "takut sepi" menjadi "berani mandiri".
4. Apakah kehilangan teman berpengaruh pada kesehatan mental?
Bisa berdampak positif jika teman yang hilang adalah toxic, namun bisa berdampak negatif jika menyebabkan isolasi sosial total. Kuncinya adalah tetap memiliki support system meski jumlahnya kecil.
5. Kapan harus khawatir jika tidak punya teman?
Anda perlu waspada jika ketiadaan teman disebabkan oleh ketidakmampuan bersosialisasi, kecemasan sosial ekstrem, atau depresi yang membuat Anda mengurung diri sepenuhnya dari dunia luar.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5366712/original/012753800_1759284886-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__79_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346108/original/077588800_1789110397-cek_fakta_cpns_imigrasi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5511150/original/031336900_1771895236-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-24T080652.405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353288/original/089120400_1789959015-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-21T094827.860.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379463/original/025392100_1792633184-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5099283/original/066000700_1737179137-1737173380586_arti-pick-me-girl.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358136/original/004574800_1790324439-01M3B1DN7GHG5PRSQYB0QMJMDH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379129/original/055479400_1792575765-pexels-tima-miroshnichenko-6327606.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9378098/original/063403800_1792489880-01M5C6HVE949HS5V95HTW0F0PK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3345273/original/066147100_1610282116-pretty-young-girls-gossiping-together_23-2148431547__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9341288/original/021208200_1788597021-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377367/original/079593200_1792458319-Gemini_Generated_Image_e9m19te9m19te9m1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9377363/original/038717200_1792457081-Gemini_Generated_Image_3vxkj63vxkj63vxk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367355/original/085338000_1791344936-Gemini_Generated_Image_kphxrmkphxrmkphx.jpg)