Sukses

Takut `Simatupang` Terulang, Jokowi Hati-hati Perbaiki Jalan

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah ruas jalan di Ibukota Jakarta rusak dan berlubang. Akibatnya, lalu lintas di setiap titik jalan rusak tersendat, bahkan tak sedikit mencelakakan para pengendara. Khususnya pengendara sepeda motor. Maka itu, Pemprov DKI tengah berupaya memperbaiki jalan menggunakan sistem betonisasi.

Namun, karena Jakarta merupakan ibukota negara, ada beberapa jalan yang merupakan jalan nasional. Sehingga berada di bawah kewenangan pemerintahan pusat. Maka itulah, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berhati-hati melaksanakan perbaikan agar tidak terjadi tumpang tindih.

"Nanti kalau saya kecepetan, kayak Jalan Simatupang lagi. Nanti kalau kewenangan diambil, marah dong. Ada kewenangan masing-masing," ujar pria yang akrab disapa Jokowi itu di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (11/4/2014).

Maka, kata Jokowi, sebelum Dinas Pekerjaan Umum memperbaiki sejumlah jalan yang rusak itu, pihaknya lebih dulu melihat siapa yang berwenang memperbaiki jalan tersebut. Yang pasti, jalan rusak dan berlubang saat ini, secara bertahap dibenahi menggunakan beton agar tidak mengalami kerusakan lagi.

"Itu jalan provinsi atau jalan pusat? Kalau pusat jangan tanya ke saya. Kalau yang rusak kita perbaiki. Tapi harus tahu dulu itu jalan pusat apa jalan provinsi. Nanti kita salah lagi," tegas Jokowi.

Untuk berkoordinasi perihal kewenangan jalan, Jokowi akan melakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. "Ya kita telepon, nanti saya telepon," pungkas Jokowi.

Pascamusim hujan yang melanda ibukota beberapa bulan belakangan, sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan cukup parah. Jalan Raya Jenderal Sudirman yang berada di jantung ibukota tiba-tiba ambles pada Kamis 10 April malam.

(Shinta Sinaga)