Di Aceh, Pasangan Suami Istri Dibantai

Kelompok GAM dituduh berada di balik peristiwa pembantaian Zulkarnaen Jais dan Kartini Abdullah. Kalangan medis dan warga Aceh mengutuk peristiwa tersebut.

Diterbitkan 18 Juni 2001, 11:01 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Banda Aceh: Pasangan suami-istri, Zulkarnaen Jais dan Kartini Abdullah beserta keponakan dibunuh di Peukan Beluy, Aceh Besar. Mayat ketiganya baru ditemukan, Jumat (15/6) siang dengan kondisi mengenaskan. Polisi menduga, separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berada di balik aksi pembantaian tersebut.

Saat ditemukan, tubuh Zulkarnaen yang sehari-hari bekerja sebagai pegawai sipil Kepolisian Daerah Aceh itu penuh dengan luka tembak. Kartini tewas dengan luka bacok di bagian wajah. Sedangkan kemenakan mereka, Neni Marliani, mahasiswa lembaga pendidikan swasta di Banda Aceh tewas dengan tubuh berlumur darah.

Wakil Kepala Satuan Tugas Penerangan Operasi Pemulihan Keamanan Aceh Komisaris Polisi Sudharsono mengatakan, pembantaian tersebut terjadi Kamis malam. Sudahrsono menduga, pembunuhan itu berkaitan dengan aktivitas GAM. Sudharsono menambahkan, kini mayat ketiga korban telah di makamkan dalam satu lubang di pemakaman Polri di kawasan Lamteumen Banda Aceh.

Sementara itu, Juru Bicara GAM wilayah Aceh Besar Ayah Nek mengatakan, tidak bertanggungjawab atas peristiwa itu. Sebaliknya, GAM menuduh aparat keamanan di Aceh berada di balik peristiwa tragis itu. Sedangkan kalangan medis dan warga Aceh menilai pembantaian itu sebagai perbuatan yang sangat biadab.(ICH/Muktarudin Yakob dan Feri Efendi)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6