Penggagas Interpelasi Lapindo Meminta Presiden Hadir

Para interpelator menegaskan usulan mereka sama sekali tak didasari keinginan menjatuhkan Presiden. Namun murni mencari penyelesaian atas nasib warga Porong, Sidoarjo, yang terkatung-katung.

Diterbitkan 17 Juni 2007, 18:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Penggagas interpelasi lumpur Lapindo berharap agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hadir dalam interpelasi DPR terhadap pemerintah bila jadi dilaksanakan. Sebab, lumpur Lapindo adalah persoalan dalam negeri yang sangat penting. Demikian terungkap dalam pertemuan para pengusung interpelasi untuk mengonsolidasikan langkah mengegolkan usulan tersebut ke pimpinan DPR di Jakarta, Ahad (17/6).

Hingga saat ini pendukung interpelasi berjumlah 153. Walau telah melebihi batas minimum untuk mengajukan usulan, jumlah ini masih dinilai rawan. Soalnya, absennya dukungan Fraksi Partai Golongan Karya dan Demokrat dapat menjadi batu ganjalan upaya interpelasi tersebut [baca: DPR Usulkan Interpelasi Soal Lapindo].

Dalam pertemuan itu mereka menegaskan usulan interpelasi bukan untuk menjatuhkan Presiden. Namun mencari jawaban atas kebijakan pemerintah yang dinilai mengabaikan nasib para korban lumpur Lapindo. Terlebih, penanganan semburan lumpur Lapindo masih jauh dari harapan. Semburan lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur, belum dapat dihentikan meski berbagai upaya sudah ditempuh [baca: Gus Dur Menyalahkan Presiden dan Lapindo].

Sementara janji pihak PT Lapindo Brantas untuk memberi ganti rugi warga tak kunjung direalisasikan. Buktinya, dari sekitar enam ribu warga di empat desa, baru 260 orang yang memperoleh 20 persen uang muka ganti rugi. Itu pun setelah lolos verifikasi.(ANS/Asti Megasari dan Agus Ginanjar)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6