Ongen menjadi sorotan sejak namanya dikaitkan dengan kematian Munir, tiga tahun silam. Seorang saksi mengaku melihat Munir berbincang dengan dua orang di sebuah kedai kopi di Bandar Udara Changi, Singapura. Seorang di antaranya diidentifikasi sebagai Ongen Latuihamalo [baca: Setengah Jam yang Mematikan di Changi].
Polisi menganggap pengakuan saksi ini penting. Ini mengingat temuan laboratorium forensik di Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa Munir diracun setengah hingga satu setengah jam sebelum mengembuskan napas terakhir. Fakta ini menggiring polisi pada kesimpulan, pejuang HAM tersebut diracun saat transit di Bandara Changi, Singapura, September 2004. Namun, dalam keterangan pers, Ongen membantah terlibat dalam kasus kematian Munir.
Selain mengorek keterangan dari Ongen, tim penyidik Markas Besar Polri masih membutuhkan bukti tambahan lainnya. Ini penting buat menguatkan bukti tambahan baru atau novum sebelum pengajuan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung. Kepala Divisi Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Bambang Kuncoko mengakui, tim pengusutan kasus pembunuhan Munir telah memeriksa Ongen Latuihamalo, pemuda asal Maluku yang perprofesi sebagai penyanyi.
Advertisement
Pemeriksaan terhadap Ongen memang berlangsung tertutup. Namun, menurut Kuncoko, polisi masih harus melengkapi dengan saksi lain. Terutama untuk membuka kembali kasus Munir dengan mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung. Dengan kata lain, polisi masih mencari saksi selain Ongen. "Semua saksi mempunyai nilai yang penting," ucap Kuncoko.
Adapun sebelum menggelar jumpa pers, Ongen Latuihamalo memberi waktu untuk wawancara khusus dengan SCTV. Kedatangan Ongen ke Studio Liputan 6 SCTV didampingi kuasa hukumnya, Ozhak Emanuel Sihotang. Ongen pun diwawancarai langsung oleh Rosianna Silalahi, Pemimpin Redaksi Liputan 6 SCTV.
Ketika ditanyakan ada tidaknya rebutan saksi antara Badan Intelijen Negara dan Mabes Polri, Ongen mengatakan tidak tahu. Hanya saja, Ongen mengatakan saat kepulangan dirinya memang dijemput oleh penyidik dari kepolisian.
Ongen mengakui saat itu dirinya memang berada di Coffee Bean, kedai kopi di Bandar Udara Changi, Singapura. "Saksi-saksi juga melihat saya ada di situ, tetapi...saya hanya sendiri masuk di situ," ungkap Ongen. Menurut Ongen, dia masuk ke kedai itu karena ingin minum obat lantaran kondisi tubuhnya sedang tidak sehat. Ia pun membantah dirinya bersama Munir. Menjawab jauh tidaknya jarak dia dengan Munir, Ongen mengatakan mereka terpisah.
Lebih jauh Ongen mengungkapkan, saat itu Coffee Bean buka meski pengunjungnya tak terlalu banyak. Menurut Ongen, jarak dirinya dengan Munir hanya terpaut sekitar dua meter, tepatnya di sebelah kanannya. Ia mengaku tak sempat dikenalkan dengan Munir, hanya bertegur sapa. "Halo, gitu aja," kata Ongen.
Ketika itu, Ongen melihat Munir bersama dengan seseorang. Namun, ia tak mengenal orang tersebut. Ongen pun mengaku tak mengenal Munir. Dia hanya mengenal Munir sebagai seorang figur publik.
Ongen mengetahui kematian Munir saat pesawat mendarat di Bandara Schiphol, Belanda. Waktu itu, menurut Ongen, seluruh penumpang tidak boleh turun. Menurut Ongen, para penumpang termasuk dirinya bertanya-tanya ada kejadian apa. "Kemudian setelah kami diperbolehkan turun, kami turun," ucap Ongen. Sesampai di bawah, imbuh Ongen, dirinya diberitahu mengenai kabar kematian Munir dari temannya dari Garuda, calon kepala stasiun Garuda di Schiphol. "Munir lewat, Munir sudah lewat," tutur Ongen, menirukan ucapan kawannya tersebut.
Mendengar kabar itu, Ongen mengaku sangat terkejut, terlebih dirinya sempat bertemu. Dan sebelumnya di dalam pesawat, Ongen yang duduk persis di depan lorong menuju toilet mengaku sempat melihat Munir tiga sampai empat kali lebih mondar-mandir masuk ke kamar kecil.
Ketika dicecar pertanyaan apakah dia membunuh Munir, Ongen mengatakan alangkah sialnya dirinya. Ini lantaran dirinya berada di sana sehingga menjadi sasaran empuk untuk dituduh sebagai tersangka. Ia pun menyatakan dirinya tentu harus hati-hati menyikapi tudingan berat seperti itu. "Ini sama sekali tidak berperikemanusiaan dan tidak berketuhanan," kata Ongen.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357195/original/038011000_1790236151-HOAX__23_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5372348/original/034637900_1759740027-meteor_jatuh.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261105/original/086134600_1781680485-BSU_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1762259/original/059215600_1510028487-20171107-Siraman-Kahiyang-Selesai_-Jokowi-Salami-Tamu-yang-Pulang-Angga-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/478817/original/060607cmunir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)