Pemkot Palu Menetapkan KLB Flu Burung

Menyusul makin merebaknya avian influenza, Pemerintah Kota Palu, Sulteng, menetapkan wabah flu burung di daerah itu sebagai KLB. Tiga anggota keluarga Ambo Sau ditolak berobat karena menderita flu biasa.

Diterbitkan 26 Agustus 2006, 18:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Palu: Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (26/8), menetapkan flu burung sebagai kejadian luar biasa menyusul merebaknya virus mematikan di daerah itu. Zaenal Abidin, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Palu menyatakan penetapan status ini demi mengantisipasi berjangkitnya virus maut ini. "Lebih baik kita menetapkan KLB supaya kita lebih ketat [mengawasi] masuk keluarnya ayam itu," ujar Zaenal Abidin.

Kasus avian influenza di Kota Palu muncul tiga hari lalu yang menyerang puluhan ekor ayam milik Haji Baharuddin di Kelurahan Kamonji, Palu Barat. Terakhir wabah maut ini diduga telah menyerang warga dengan ditetapkannya tiga orang terjangkit wabah mematikan ini. Selain itu, virus ini juga menyerang ratusan ekor ayam milik warga [baca: Flu Burung Menghantui Warga Palu].

Berdasarkan pemantauan SCTV, ratusan warga yang takut lalu membawa ayam-ayam mereka untuk dimusnahkan di posko penanggulangan flu burung setempat. Sebelum dimusnahkan, ayam dipotong terlebih dahulu dan dikumpulkan dalam satu lubang.

Di Kendari, Sulawesi Tenggara, tiga anggota keluarga Ambo Sau yang diduga terjangkit flu burung ditolak berobat oleh Rumah Sakit Umum Kendari. Dokter Zamrud, Direktur RSU Kendari menyatakan ketiga bersaudara tersebut bukan terjangkit flu burung, melainkan flu biasa.

Padahal, beberapa hari lalu Dinas Kesehatan Kendari menyatakan keluarga Ambo Sau tersebut terjangkit flu burung [baca: Tiga Bersaudara di Kendari Diduga Flu Burung]. Bahkan rumah mereka telah diberi label avian influenza. Hingga kini Listawati, Nur Hidayah, dan Ahmad Fajar masih mengalami demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Saat ini mereka hanya beristirahat di rumah.

Di Jakarta, kondisi kesehatan Nursifa yang dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara, sudah membaik. Bocah 6 tahun ini sudah dipindahkan dari Ruang Intensive Care Unit ke ruang isolasi biasa. Hasil uji sampel darah Pusat Penelitian dan Pengembangan Depkes pekan lalu menyatakan Nursifa positif avian influenza. Namun setelah sepekan dirawat, hasil uji polymerase chain reaction (PCR) dan swab batang tenggorok yang ketiga kalinya, pada tubuhnya tak lagi ditemukan virus H5N1.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6