Penemuan Senjata, SBY Memanggil Tiga Pejabat

SBY memanggil Panglima TNI, KSAD, dan Kepala BIN, untuk membahas penemuan senjata dan amunisi di rumah almarhum Brigjen TNI Koesmayadi. Presiden meminta kasus ini segera dituntaskan.

Diterbitkan 30 Juni 2006, 19:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta, Jumat (30/6), secara mendadak memanggil Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Djoko Santoso serta Kepala Badan Intelijen Negara Syamsir Siregar. Pertemuan untuk membahas penemuan ratusan senjata dan ribuan amunisi di rumah almarhum Brigadir Jenderal TNI Koesmayadi di kawasan Ancol, Jakarta Utara [baca: Ratusan Senjata Ditemukan di Kediaman Almarhum Koesmayadi].

Usai pertemuan selama satu jam, Djoko Santoso menyatakan Presiden memerintahkan agar kasus ini dituntaskan. Selain itu, dicari siapa saja yang terlibat agar kasus serupa tak terulang lagi di kemudian hari. Maklum, penemuan senjata dan amunisi ini cukup mengejutkan. Pasalnya, institusi TNI sedang disorot karena bisnisnya sedang ditertibkan dan diaudit keberadaannya. "Kita tunggu saja," kata Djoko.

Sementara, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menegaskan institusi TNI tidak akan memberi toleransi atas setiap pelanggaran yang dilakukan anggotanya, tak terkecuali perwira tinggi. Djoko mengakui temuan di rumah Koesmayadi yang meninggal mendadak pada 25 Juni lalu cukup mengejutkan karena di luar batas kewajaran. Djoko Suyanto berjanji akan menyelesaikan kasus ini. Ia juga yakin tidak hanya Koesmayadi yang terlibat.

Sejauh ini kediaman Wakil Asisten Logistik KSAD di Jalan Pangandaran, Ancol, masih dijaga anggota TNI. Berdasarkan pengamatan SCTV, tidak ada aktivitas menonjol di rumah itu. Hanya ada beberapa anggota TNI dari Markas Besar TNI AD untuk mengamankan keluarga almarhum dari hal yang tidak diinginkan [baca: TNI Menyelidiki Penemuan Ratusan Senjata di Ancol].

Sementara itu, Bambang, tetangga almarhum menilai penemuan senjata dalam jumlah besar di rumah almarhum adalah hal yang wajar. Ini mengingat almarhum adalah Wakil Asisten Logistik KSAD.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6