Karyawan Freeport Keluar dari Tembagapura

Sebagian besar karyawan PT Freeport memilih turun ke Timika, Papua, pascabentrokan pendulang emas dengan polisi di Tembagapura. Mereka keluar dari lokasi insiden untuk menghindari sasaran amukan massa setempat.

Diterbitkan 23 Februari 2006, 10:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Timika: Bentrokan antara penambang liar dengan polisi di areal pendulangan emas di Tembagapura, Papua, berbuntut panjang. Sebagian besar karyawan PT Freeport Indonesia memilih keluar dari kawasan sekitar untuk turun ke Timika, Papua, Kamis (23/2) pagi. Mereka terpaksa berbuat itu untuk menghindari amukan massa.

Kekhawatiran karyawan Freeport ini muncul sehari pascabentrokan yang menyebabkan tiga warga tertembak dan dua polisi terkena panah. Selain itu, sejumlah warga yang memblokade jalan di mil 72 Tembagapura, mengakibatkan mereka ketakutan. Sebab, aksi itu semula hanya diikuti sejumlah orang, namun pagi ini bertambah hingga mencapai ratusan orang lebih [baca: Penertiban Penambang Liar di Tembagapura Berakhir Rusuh].

Sementara itu, petugas keamanan termasuk polisi masih menjaga lokasi tersebut secara ekstra ketat. Penjagaan ini lantaran sebagian warga sempat mengamuk karena lapar dan merusak ruang makan karyawan. Adapun berdasarkan pemantauan SCTV, jumlah karyawan Freeport yang turun ke Timika sudah puluhan orang. Pihak manajemen perusahaan tambang asal Amerika Serikat ini juga telah memberi libur kepada para karyawannya hingga palang jalan tersebut dibuka warga.(ZIZ/Anis Wangge)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6