Membangunkan Waktu Sahur dengan Buroq

Beragam cara dilakukan umat Islam untuk menyemarakan bulan Ramadan. Di Desa Pakijangan, Brebes Jateng, warga mengingatkan waktu makan sahur dengan kesenian Buroq atau yang disebut warga dengan nama Obrok.

Diterbitkan 11 Oktober 2005, 15:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Brebes: Warga Desa Pakijangan, Brebes, Jawa Tengah, memiliki cara lain membangunkan warga untuk makan sahur. Mereka mengingatkan waktu bersantap sahur dengan kesenian Buroq atau yang biasa mereka sebut dengan nama Obrok.

Warga sengaja mendatangi rumah dan berkeliling desa sambil memainkan musik serta atraksi beberapa hewan tiruan seperti, harimau, singa, gajah ataupun hewan lainnya. Sedangkan yang menjadi primadonanya adalah Buroq seekor hewan berbentuk mirip kuda berkepala seorang gadis cantik.

Wasjan Ketua Kelompok Kesenian Buroq menjelaskan selain membangunkan warga, atraksi ini juga dimaksudkan untuk menghibur warga. Buroq sebenarnya sudah jarang dimainkan. Namun, kesenian ini tengah diupayakan agar bisa tetap ditampilkan, paling tidak selama Ramadan setiap tahunnya.

Sementara itu, para perajin songkok di Jalan Sindujoyo, Kota Gresik, Jawa Timur, saat ini kebanjiran pesanan hingga 200 persen dibanding hari biasa. Pesanan yang datang dari berbagai daerah di Indonesia ini biasanya terjadi sejak satu bulan sebelum Ramadan.

Selain ke beberapa daerah di Tanah Air, songkok produk rumahan ini juga banyak dikirim ke Malaysia dan Singapura. Akibat bertambahnya pesanan, para perajin terpaksa harus kerja lembur. Tak hanya itu, mereka juga mesti menambah modal hingga Rp 100 juta. Dengan harga jual mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu per kodi, mereka rata-rata mendapat keuntungan sebesar 15 persen dari modal awal.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6