Presiden Melayat Cak Nur

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menilai Cak Nur selalu memberi gagasan demi kemajuan bangsa dan negara. Dia menyebut Cak Nur sebagai putra terbaik bangsa, tokoh nasional, dan pencerah kehidupan bangsa.

Diterbitkan 30 Agustus 2005, 05:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Indonesia sangat beruntung memiliki seorang cendekiawan muslim seperti Nurcholish Madjid. Cak Nur selalu memberikan sumbangsih demi kemajuan bangsa dan negara melalui gagasan maupun buah pemikirannya. "Salah satu putra terbaik bangsa, tokoh nasional, dan pencerah kehidupan bangsa telah berpulang ke pangkuan Allah Subhanahu Wa Taala," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat melayat jenazah Cak Nur di auditorium Universitas Paramadina Mulya, Jakarta Selatan, Senin (29/8).

Selain Presiden sejumlah tokoh politik lain tampak melayat almarhum, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla. Mereka sempat menyalatkan jenazah. Jenazah memang disemayakan di Universitas Paramadina Mulya untuk memberikan kesempatan kerabat dan sahabat almarhum menyampaikan belasungkawa. Besok, Cak Nur akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jaksel, sekitar pukul 10.00 WIB [baca: Cak Nur Meninggal Dunia].

Cak Nur meninggalkan seorang istri, Omi Komaria serta dua anak, Nadia Madjid dan Ahmad Mikail. Meski mengaku kehilangan, Omi menyatakan ikhlas atas kepergian suaminya. "Dia tutup mata aja kayak orang tidur. Dia masih memberikan senyum yang saya ingat [sampai] sekarang," kata Omi tegar.(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6