Liputan6.com, Lhokseumawe: TNI telah membentuk sebuah tim investigasi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan pesawat CN-235 milik TNI Angkatan Udara yang menewaskan tiga perwira TNI Angkatan Darat. Tim tersebut telah berada di Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam. Hal ini diungkapkan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto di Lhokseumawe, Jumat (22/7).
Sebelum bertolak ke Jakarta, Endriartono dan rombongan melihat langsung lokasi kecelakaan di Bandar Udara Malikussaleh, Lhokseumawe. Bangkai pesawat nahas itu telah dipindahkan dari landasan pacu bandara. Menjelang petang, Bandara Malikussaleh telah berfungsi kembali.
Sejauh ini, pihak TNI menduga kecelakaan terjadi karena kerusakan pada salah satu mesin pesawat. Sebuah mesin tiba-tiba mati sehingga pesawat bernomor registrasi A2301 yang dipiloti Kapten Imam Subekti itu terjerembab [baca: Kecelakaan Pesawat CN-235 Akibat Kerusakan Mesin].
Sementara itu, suasana haru masih menyelimuti Istana Maimun saat keluarga dan kerabat Kesultanan Deli melantunkan serangkaian tahlil, tahtim, dan doa untuk mendiang Sultan Deli XIII Letnan Kolonel Infanteri Otteman III Mahmud Ma`amun Padrap Perkasa Alam. Putra almarhum yang baru saja dinobatkan menjadi Sultan Deli XVI, Tengku Mahmud Aria Lamanjiji terlihat berada di tengah hadirin [baca: Penobatan Sultan Deli XIV]. Tampak pula, Gubernur Sumatra Utara Tengku Rizal Nurdin dan mantan Gubernur Sulawesi Selatan Z.B. Palaguna.
Dalam tradisi Melayu Deli, tahlilan akan dilangsungkan selama tujuh hari berturut-turut. Pada malam ketujuh, Kesultanan Deli dan Istana Maimun akan mengadakan kenduri dan pemberian sedekah kepada anak yatim dan kaum duafa.
Mendiang Otteman Mahmud adalah satu dari tiga korban tewas dalam kecelakaan pesawat CN-235 di Lhokseumawe. Ia dikebumikan di Kompleks Pemakaman Raja di Masjid Raya Al-Maksum--lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan, Sumut. Prosesi pemakaman dilakukan secara adat kerajaan dan upacara kemiliteran [baca: Korban Kecelakaan CN-235 Dimakamkan].(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)
Sebelum bertolak ke Jakarta, Endriartono dan rombongan melihat langsung lokasi kecelakaan di Bandar Udara Malikussaleh, Lhokseumawe. Bangkai pesawat nahas itu telah dipindahkan dari landasan pacu bandara. Menjelang petang, Bandara Malikussaleh telah berfungsi kembali.
Sejauh ini, pihak TNI menduga kecelakaan terjadi karena kerusakan pada salah satu mesin pesawat. Sebuah mesin tiba-tiba mati sehingga pesawat bernomor registrasi A2301 yang dipiloti Kapten Imam Subekti itu terjerembab [baca: Kecelakaan Pesawat CN-235 Akibat Kerusakan Mesin].
Sementara itu, suasana haru masih menyelimuti Istana Maimun saat keluarga dan kerabat Kesultanan Deli melantunkan serangkaian tahlil, tahtim, dan doa untuk mendiang Sultan Deli XIII Letnan Kolonel Infanteri Otteman III Mahmud Ma`amun Padrap Perkasa Alam. Putra almarhum yang baru saja dinobatkan menjadi Sultan Deli XVI, Tengku Mahmud Aria Lamanjiji terlihat berada di tengah hadirin [baca: Penobatan Sultan Deli XIV]. Tampak pula, Gubernur Sumatra Utara Tengku Rizal Nurdin dan mantan Gubernur Sulawesi Selatan Z.B. Palaguna.
Dalam tradisi Melayu Deli, tahlilan akan dilangsungkan selama tujuh hari berturut-turut. Pada malam ketujuh, Kesultanan Deli dan Istana Maimun akan mengadakan kenduri dan pemberian sedekah kepada anak yatim dan kaum duafa.
Mendiang Otteman Mahmud adalah satu dari tiga korban tewas dalam kecelakaan pesawat CN-235 di Lhokseumawe. Ia dikebumikan di Kompleks Pemakaman Raja di Masjid Raya Al-Maksum--lebih dikenal dengan sebutan Masjid Raya Medan, Sumut. Prosesi pemakaman dilakukan secara adat kerajaan dan upacara kemiliteran [baca: Korban Kecelakaan CN-235 Dimakamkan].(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371619/original/004076100_1791795972-FALSE__9_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348624/original/061599100_1789451727-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-15T125442.652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371648/original/023919200_1791798014-Cek_fakta_-_Lesti_kejora_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371326/original/098310100_1791783590-cek_fakta_bonus_timnas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/442340/original/220705dCn235.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)