Bahlil Ungkap Potensi Indonesia Jadi Pusat Data Center Asia Tenggara

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mendorong pemakaian energi baru terbarukan di tengah perkembangan pusat data center.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Menteri ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi ketersediaan berbagai sumber energi, termasuk energi baru terbarukan (EBT).

Bahlil menyebut, Indonesia memiliki beragam sumber energi yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan listrik pusat data atau data center, seiring perkembangan kecerdasan buatan atau artifical intellligence (AI).

"Bapak ibu semua tidak perlu ragu para investor kalau membangun data center di Indonesia, wilayah kami ini wilayah yang terbesar di kawasan Asia Tenggara, pulau kami masih terlalu banyak," ujar Bahlil dalam acara Bicara Bersama Retno Pinasti, dikutip Senin (12/10/2026).

Dia menjelaskan, sumber energi Indonesia tidak hanya berasal dari tenaga surya, tetapi juga tenaga air, panas bumi, dan angin. Keberagaman sumber energi tersebut dinilai menjadi modal utuk mendukung kebutuhan listrik industri pusat data.

"Energi tidak hanya dari matahari, ada juga air, ada panas bumi, ada dari angin, dan macam-macam sekali," kata Bahlil.

Menurut dia, Indonesia berpeluang menawarkan biaya produksi listrik yang lebih kompetitif dibandingkan sejumlah negara lain.

"Dan saya yakin kepada teman-teman bahwa harga kita akan jauh lebih kompetitif ketimbang produksi listrik dari negara-negara yang lain," ujarnya.

 

 

Kebutuhan Listrik dan Air Jadi Tantangan

Meski memiliki potensi energi yang beragam, pengembangan pusat data juga menghadapi tantangan dari sisi kebutuhan sumber daya. Infrastruktur data center dan teknologi AI membutuhkan sumber daya dalam jumlah besar, mulai dari listrik, air, hingga lahan.

Besarnya kebutuhan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan dalam pengembangan investasi pusat data di Indonesia.

Dalam diskusi yang sama, turut disinggung rencana penambahan kapasitas energi hingga 100 gigawatt serta perlunya menyelaraskan kebutuhan energi dengan investasi pusat data dan sektor lainnya.

Karena itu, pengembangan pusat data perlu berjalan seiring dengan perencanaan penyediaan energi yang memadai dan berkelanjutan. Pemanfaatan energi terbarukan menjadi salah satu aspek yang dapat mendukung kebutuhan listrik sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dengan potensi sumber energi yang beragam, Indonesia memiliki peluang untuk menarik investasi pusat data. Namun, realisasi tetap membutuhkan kesiapan infrastruktur serta pengelolaan sumber daya yang mampu memenuhi kebutuhan industri digital.

 

Tonton Bicara Bersama Retno Pinasti dengan Menteri Keuangan Suahasil Nazara secara lengkapnya di video berikut:

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6