Pemilih di Kota Jayapura Kehilangan Hak Pilih

Umumnya warga kehilangan hak pilih karena belum terdaftar sampai batas akhir pendaftaran terlampaui. Sejauh ini belum diketahui pasti penyebab hilangnya hak suara sebagian warga.

Diterbitkan 19 Juni 2005, 08:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ratusan warga Jayapura kehilangan hak pilih karena nama tak terdaftar.
  • KPPS dan Dinas Kependudukan mengaku telah mendaftarkan, namun nama tetap hilang.
  • Calon wali kota Depok dan Surabaya gunakan artis/tokoh nasional untuk kampanye.

Liputan6.com, Jayapura: Ratusan warga Jayapura, Papua, dipastikan kehilangan hak pilih pada pemilihan wali kota Jayapura. Pasalnya, sampai batas akhir pendaftaran, sebagian besar warga belum terdaftar. Demikian pemantauan SCTV di sejumlah wilayah di Jayapura, baru-baru ini. Salah satu lokasi yang warganya kehilangan hak pilih adalah Rukun Tetangga 03/Rukun Warga 10, Kelurahan Ardipura, Jayapura Selatan. Di wilayah ini, ada 100 warga yang kehilangan hak pilih karena nama mereka tak masuk dalam daftar pemilih tetap. Padahal, pada pemilihan umum legislatif dan presiden 2004, mereka mencoblos. Menanggapi kondisi ini, pihak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setempat mengaku telah memasukkan nama warga. Tapi, anehnya nama mereka akhirnya tak terdaftar. Sejauh ini, belum diketahui secara pasti penyebab hilangnya hak suara sebagian warga. Dinas Kependudukan Jayapura juga menyatakan telah memasukkan nama mereka ke dalam daftar pemilih. Di Depok, Jawa Barat, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Nurmahmudi Ismail dan Yuyun Wirasaputra menggelar kampanye di Sukmajaya, Depok. Dalam orasinya, Nurmahmudi yang juga mantan Menteri Kehutanan berjanji akan melayani warga Depok dan menata Depok menjadi kota yang lebih maju. Untuk menarik massa, pasangan yang dicalonkan dari Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Kebangkitan Bangsa ini menghadirkan sejumlah artis, seperti Franky Sahilatua dan Neno Warisman serta Ketua MPR RI sekaligus mantan Presiden PKS Hidayat Nur Wahid. Dalam kesempatan ini, Hidayat menyatakan dukungannya bagi kemenangan Nurmahmudi-Yuyun. Menghadirkan sejumlah artis Ibu Kota untuk menarik massa juga dilakukan sejumlah pasangan calon wali kota Surabaya, Jawa Timur, dalam kampanye putaran terakhir. Bahkan, beberapa calon juga menghadirkan juru kampanye nasional. Calon dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, misalnya akan menghadirkan Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri. Sedangkan dari PKB yang sedianya menghadirkan K.H. Abdurrahman Wahid gagal terlaksana. Ketua Dewan Syuro DPP PKB itu tak hadir karena masih di Semarang, Jawa Tengah. Kendati begitu, kampanye tetap semarak dengan kehadiran penyanyi dangdut Ine Chintya. Kandidat dari Partai Golongan Karya akan menghadirkan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Sementara dari Partai Amanat Nasional akan menghadirkan putra mantan Ketua Umum DPP PAN, Hanafi Rais.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6