Liputan6.com, Jakarta - Beras yang sudah lama disimpan kadang muncul kutu kecil dan serbuk putih di permukaannya. Banyak orang langsung membuang beras itu karena dianggap sudah rusak. Padahal, ada cara mencuci beras berkutu yang penuh serbuk putih agar bisa tetap dipakai tanpa membuat nasi apek.
Serbuk putih itu sebenarnya bekas gigitan kutu yang mengikis bagian dalam butiran beras. Semakin lama dibiarkan, jumlah kutu dan serbuknya akan terus bertambah. Kalau tidak segera ditangani, beras bisa berubah warna dan mengeluarkan bau tidak sedap saat dimasak.
Kabar baiknya, beras berkutu masih bisa diselamatkan dengan cara mencuci yang tepat. Berikut cara mencucinya yang tepat supaya nasi tetap pulen dan tidak apek yang telah dilansir Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (8/10/2026). Mari simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
Advertisement
Cara Mencuci Beras Berkutu yang Penuh Serbuk Putih Agar Tidak Apek
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368590/original/015871700_1791441259-82f91765-2f5c-404d-a7f0-1fabb3d17f4f.jpg)
Proses mencuci beras berkutu perlu dilakukan bertahap supaya kutu, serbuk, dan bau yang menempel benar-benar hilang. Setiap tahap punya fungsi masing-masing, mulai dari memisahkan kutu sampai memastikan beras siap dimasak.
Pisahkan Kutu dan Serbuk Terlebih Dahulu
Tuang beras ke wadah lebar lalu ratakan di permukaan. Kutu yang masih hidup biasanya akan bergerak ke pinggir atau naik ke atas permukaan beras. Ambil kutu dan serbuk yang terlihat dengan tangan atau saringan sebelum beras masuk proses pencucian, supaya air cucian pertama tidak terlalu kotor.
Rendam Beras dengan Air Mengalir
Masukkan beras ke dalam baskom, lalu alirkan air bersih sambil diaduk perlahan. Serbuk putih yang ringan akan mengapung ke permukaan air. Buang air yang sudah keruh itu, jangan dipakai ulang untuk membilas, karena serbuk dan kutu yang terangkat bisa menempel kembali ke beras.
Bilas Beras Sampai Air Jernih
Ulangi proses bilas dua sampai tiga kali dengan air baru setiap putaran. Remas beras pelan saat membilas supaya serbuk yang menempel di sela butiran ikut terlepas. Pencucian baru selesai kalau air bilasan sudah terlihat jernih dan tidak ada lagi serbuk yang mengambang di permukaan.
Tiriskan Sebelum Dimasak
Setelah air terakhir jernih, tiriskan beras di saringan selama beberapa menit. Langkah ini membantu membuang sisa air kotor yang masih menempel di permukaan butiran. Beras yang sudah ditiriskan dengan baik akan menghasilkan nasi yang pulen dan tidak berbau apek saat dimasak.
Advertisement
Cara Mengetahui Jika Beras Masih Aman di Konsumsi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368591/original/080982100_1791441259-deski-jayantoro-WIV4BRB1bv4-unsplash.jpg)
Tidak semua beras berkutu harus dibuang. Ada beberapa tanda yang bisa dicek untuk memastikan beras masih layak dimasak dan dikonsumsi. Berikut ini adalah beberapa trik yang bisa Anda coba.
Warna Beras Masih Normal: Beras yang masih aman biasanya tetap berwarna putih atau sesuai warna aslinya. Kalau warnanya berubah jadi kekuningan atau keabuan, sebaiknya beras tidak dipakai lagi.
Tidak Tercium Bau Apek: Beras yang masih layak konsumsi tidak mengeluarkan bau menyengat atau apek saat dicium. Bau apek jadi tanda beras sudah terlalu lama disimpan di tempat lembap.
Jumlah Kutu Tidak Terlalu Banyak: Kutu dalam jumlah sedikit masih bisa dihilangkan lewat pencucian. Kalau kutu sudah memenuhi hampir seluruh permukaan beras, kualitas beras di dalamnya patut dicurigai.
Tekstur Butiran Masih Utuh: Periksa apakah butiran beras masih utuh atau sudah banyak yang berlubang dan hancur jadi serbuk. Butiran yang masih utuh menandakan kerusakan belum menyebar ke seluruh bagian beras.
Kesalahan-Kesalahan yang Perlu di Hindari
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368592/original/092009900_1791441259-d4007af7-fab3-428d-8d81-ddd125af2ea2.jpg)
Saat mencuci dan menangani beras berkutu, ada beberapa kebiasaan yang justru membuat hasilnya kurang maksimal. Berikut hal-hal yang sebaiknya dihindari.
Mencuci Beras Hanya Sekali: Mencuci satu kali saja sering membuat serbuk dan kutu tidak terangkat sempurna. Serbuk yang tersisa bisa membuat nasi terasa kurang bersih dan berpotensi apek saat dimasak.
Memakai Air Bilasan yang Sama Berulang: Menggunakan air yang sudah keruh untuk membilas ulang membuat kutu dan serbuk yang sudah terangkat menempel kembali ke beras. Air bilasan sebaiknya selalu diganti baru di setiap putaran.
Langsung Memasak Tanpa Memeriksa Kutu: Memasak beras tanpa memeriksa dan memisahkan kutu terlebih dahulu berisiko membuat kutu ikut tercampur ke dalam nasi. Pemeriksaan di awal membantu proses pencucian jadi lebih efektif.
Menyimpan Beras Basah Setelah Dicuci: Menyimpan sisa beras dalam kondisi basah setelah dicuci bisa memicu jamur dan bau apek lebih cepat muncul. Beras yang tidak langsung dimasak sebaiknya ditiriskan dulu sampai benar-benar kering.
Advertisement
Tips Menyimpan Beras agar Tidak Berkutu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368593/original/008793900_1791441260-20058.jpg)
Mencegah kutu datang kembali sama pentingnya dengan membersihkan beras yang sudah telanjur berkutu. Beberapa kebiasaan sederhana berikut bisa membantu beras tetap bersih lebih lama.
Gunakan Wadah Tertutup Rapat: Simpan beras di wadah yang bisa ditutup rapat, seperti toples kaca atau plastik kedap udara. Wadah tertutup membuat kutu dari luar sulit masuk dan bertelur di dalam beras.
Pilih Tempat Penyimpanan yang Kering: Letakkan wadah beras di area yang kering dan jauh dari sumber lembap seperti wastafel atau kompor. Kelembapan jadi salah satu faktor yang membuat kutu beras mudah berkembang biak.
Manfaatkan Bawang Putih atau Daun Salam: Letakkan beberapa siung bawang putih atau lembar daun salam di dalam wadah beras. Aroma keduanya tidak disukai kutu sehingga bisa membantu mencegah kutu datang kembali.
Habiskan Beras Sebelum Membeli Stok Baru: Hindari menumpuk beras lama dengan beras baru dalam satu wadah. Beras yang disimpan terlalu lama tanpa dihabiskan lebih berisiko berkutu dibanding beras yang rutin diganti.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Mencuci Beras Berkutu yang Penuh Serbuk Putih
Apakah beras berkutu masih aman dimasak?
Beras berkutu masih aman dimasak selama kutunya belum terlalu banyak dan beras belum berubah warna atau berbau apek.
Kenapa beras berkutu muncul serbuk putih?
Serbuk putih muncul dari aktivitas kutu beras yang memakan bagian dalam biji beras hingga berubah menjadi tepung halus.
Berapa kali sebaiknya beras berkutu dicuci?
Beras berkutu sebaiknya dicuci dua sampai tiga kali hingga air bilasan terlihat jernih dan serbuk putih tidak lagi mengambang.
Apakah nasi dari beras berkutu bisa jadi apek?
Nasi bisa jadi apek jika beras berkutu tidak dicuci bersih atau sudah terlalu lama disimpan di tempat lembap.
Bagaimana cara menyimpan beras agar bebas kutu?
Beras sebaiknya disimpan di wadah tertutup rapat, tempat kering, dan dijauhkan dari sumber lembap agar kutu tidak muncul kembali.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368500/original/084408500_1791437213-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-08T122327.942.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9367891/original/050720300_1791366349-Your_paragraph_text__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3102139/original/023566000_1586872671-buayo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360581/original/027882600_1758710334-prabowo_anies.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368589/original/008576700_1791441259-6a77dc05-3e89-4245-b036-47d124960d9d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364651/original/002458200_1791013905-A6_00020.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363979/original/062618200_1790927438-WhatsApp_Image_2026-10-02_at_14.34.23.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368495/original/099666300_1791437187-8f332213-e794-4972-94f8-e156123368b3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9368386/original/097969600_1791431697-Spicy_Chili-Glazed_Tempeh_Stir-Fry.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/783282/original/099591900_1419052103-bali.jpg)